Mungkin saat kamu kuliah, hari perdana masuk kelas ketemu dengan
orang-orang baru kamu merasa asing. Ketemu dengan orang-orang asing, gak ada
orang mayoritas di kelas itu yang kenal dengan kamu, juga yang kamu kenal. Kamu
merasa hilang arah, gak ngerti kudu mulai ngobrol dari mana. Kecuali orang itu
memang temenmu dari SMA yang entah kamu kenal baik dengan orang itu sebelumnya
atau malah sahabatmu dirumah (sahabat main).
Dibalik rasa hilang arah, pernah juga terpintas kalo dunia itu
kejam. Kejam sekejam-kejamnya. Bahkan sampai menyalahkan diri sendiri kenapa
bisa keterima dan masuk di Universitas yang mungkin nggak diharapin, sama
sekali – soalnya dulu pas jaman SMA gak dimasukin sebagai list Universitas yang
mau dituju. Orang bilang “aku masuk kampus karena kesasar akibat beberapa
faktor”, dan kalo sempet ada orang tanya “kenapa gak masuk Universitas disana
aja? kan deket”. Ibarat dihujani batu akik yang masih bronggolan segede pintu
sampe 10 kali. Sakit! Kwkwkw
Hidup itu gak selamanya sesuai dengan keinginan kawan, ada beberapa
kalimat dan pesan-pesan yang itu bisa ngehibur hati, termasuk aku.
Itulah alasan kenapa aku nulis cerita di blog ini. Awalnya aku
ngerasa kayak gitu, aku sempat kecewa (sempat loh yeee).
Keterima di Universitas Brawijaya Malang itu adalah suatu kebetulan
(menurutku) dan rencana indah dari Allah.
Di setiap daftar presensi pun, aku dan saudaraku selalu dipanggil
akhir (paling akhir). Itu juga yang jadi alasan kenapa aku patut bersyukur.
![]() |
| "Kembang Brambang" di Batu Malang |
Keterimanya aku di Kampus ini, aku disuguhi dengan pemandangan yang
sama sekali berbeda dari beberapa kota yang pernah aku tinggali lumayan lama
sebelumnya, pulang – pergi – main - dan segala hal yang sengaja gak sengaja aku
lakuin -, toleh ke kiri - kanan aku bisa menyaksikan keindahan kuasa Allah. Tempatku
tinggal sekarang di kepung dengan tanah yang bergumpul lebih tinggi, serba
pegunungan!!!
![]() |
| Gunung dan Lapangan Sepak Bola (Kampus) |
Indah sekali, berbeda dengan kota yang sebelumnya, selama kurang
lebih 6 tahun aku tinggal disana, mungkin hanya 2-3 gunung yang aku lihat. Kota
yang menurutku lebih ramai, lebih nyaman, lebih dan lebih (tapi entahlah), keduanya
sama-sama aku sukai. Bedanya saat ini aku masih sering merindukan kota itu,
tapi aku sedang menikmati kota yang sekarang.
Saat pertama kali aku diajak untuk melihat dunia sesungguhnya di kota
sekarang, aku merasa takjub. Akupun menjadi lebih bersyukur akan ciptaanNya. Disana-sini
bertumpah ruah nikmat yang bisa membuat mata merasa segar menyaksikannya. Taman
petik apel, tempat rekreasi berbasis alam (kalo masuk ke bahasa pendidikan
=> Ecotourism), udaranya yang masih
lumayan seger dan suhu udara yang juga kadang masing adem.
![]() |
| Daerah Coban Rondo Malang |
Hal yang paling berkesan, aku dipertemukan dengan orang-orang
hebat, baik, dan berpengaruh buat hidupku.
Aku juga dikasi kesempatan buat ikut berbagai perlombaan, yang itu
membawa aku ke salah satu pulau yang dijadiin idaman banyak orang – Pulau Bali.
Lomba yang sama dari sebelumnya yang aku ikutin di kota yang dulu jarang banget
aku denger – Jember. Di dua kesempatan lomba itu Alhamdulillah semuanya menang
dapet juara 1. Paling tidak meskipun aku rada kurang di bidang akademik, aku
bisa ngasih sumbangsih beberapa piagam yang aku dapet dari usahaku di bidang
non akademik, olahraga buat orangtuaku. Soalnya, dari kecil memang mereka
selalu menemani aku dan mengantarkanku buat ikut kejuaraan olahraga diberbagai
sekolah dan tempat. Terutama untuk Ibuku, I LOVE YOU MOMMY. Ayah, terimakasih
untuk hadiah sepatu merah putihnya, aku suka sekali dengan sepatu itu (Sepatu
hadiah dari Ayah yang dijanjikan sebagai motivasi supaya aku bisa menang (lagi)
di kejuaraan level selanjutnya), I LOVE YOU DADDY. Setelah memenangkan
pelombaan di level selanjutnya dengan sepatu yang dibelikan Ayah. Aku harus
terhenti di level selanjutnya (lagi), sebab harus melanjutkan sekolah di pulau yang
sangat jauh setelah lulus Sekolah Dasar – Jogja.
| ID Card Peserta kekeke |
Tapi, hidup gak berhenti disitu. Di Jogja aku ternyata juga gak
bisa lepas dari kebiasaanku buat lari-lari waktu berangkat dan pulang sekolah. Aku
dan saudara kembarku di jadikan delegasi angkatan pertama buat ikut lomba
Altetik dari kelas 1 - udah mau lulus sekolah.
Hasilnya Alhamdulillah, meskipun dulu pernah kecewa karena sempat di curangi sama lawan main yang membuat kita memutuskan untuk berhenti. Tapi Ayah meyakinkan kami, beliau meminta kami tetap memenuhi permohonan sekolah agar anak kembar dari pulau seberang ini mau terjun lagi dilapangan. Dengan 1 cabang olah raga dalam 4 level perlombaan, semuanya kami dapatkan hasil yang mengantarkan kita berkesempatan untuk ketemu orang-orang dari seluruh indonesia, dan seluruh sekolah (pesantren). Entahlah dengan alasan itu atau bukan, akhirnya kami berdua terkenal di sekolah bahkan beberapa (seluruh) asrama, mulai dari ibu-ibu dapur yang nyiapin masakan diasrama, sampai Bapak-bapak tukang kebun (Pakbon) yang semuanya kenal nama kami berdua. Istimewa bukan? kwkwkwkw
Hasilnya Alhamdulillah, meskipun dulu pernah kecewa karena sempat di curangi sama lawan main yang membuat kita memutuskan untuk berhenti. Tapi Ayah meyakinkan kami, beliau meminta kami tetap memenuhi permohonan sekolah agar anak kembar dari pulau seberang ini mau terjun lagi dilapangan. Dengan 1 cabang olah raga dalam 4 level perlombaan, semuanya kami dapatkan hasil yang mengantarkan kita berkesempatan untuk ketemu orang-orang dari seluruh indonesia, dan seluruh sekolah (pesantren). Entahlah dengan alasan itu atau bukan, akhirnya kami berdua terkenal di sekolah bahkan beberapa (seluruh) asrama, mulai dari ibu-ibu dapur yang nyiapin masakan diasrama, sampai Bapak-bapak tukang kebun (Pakbon) yang semuanya kenal nama kami berdua. Istimewa bukan? kwkwkwkw
![]() |
| Kak Fikri sama Mbk Intan, suhu senam kwkw |
| Cyiyaaattt, hahaha |
Kampus.
Mungkin waktu kuliah, kita bakalan kengen sama temen-temen lama. Pasti!
Sampe pernah membandingkan, (meskipun dikit, yang penting ada)
kwkwkw. Kangen rame, ngegosipin orang dan segala macem kangennya yang gak bisa
dideskripsiin.
Teman itu silih berganti, ngalir kaya air dan berhembus kaya angin.
Gak bisa dipegang buat nemenin kita di segala kondisi. Kadang ada, kadang juga
gak ada. Kita sibuk dengan urusan kita masing-masing, hyahayhaya.
Gak gampang nemu temen yang sesuai dengan kriteria kita, makanya
buat orang yang susah buat komunikasi – hidup itu kejhaaamm. Hehehe
Tapi sebaliknya buat yang pinter komunikasi - hidup itu surga dunia.
Hahahaha. Pun dengan orang yang bisa memberikan pengaruh positif! Beuughh, mau
pake cara apapun, sampai kapanpun. Bahkan hidup jauh pun, insyaallah keep in
touch itu adaaah, kwkw
Love you my friends yang udah berpengaruh buat hidupku. Semoga kita
bisa tetep ngasih pengaruh yang positif
yaaahhh, angan dan cita-citanya terwujudkan, menjadi orang yang berguna dan
bermanfaat. Dan semoga usia kita baik yang sudah maupun sisanya dapat menjadi
berkah. Aamiin
====== hyahyahayahya =====




0 komentar:
Posting Komentar