Dulu,
awalnya semangat nulis blog itu muncul dipengaruhi sama banyaknya pembaca blog –
dilihat berdasakan statistic reviewer blog.
Sekarang
beda lagi niatnya, memang harusnya niat yang sekarang itu muncul sedari dulu
biar sekarang tulisannya makin bagus. Kenapa menulisa itu penting? Karena tulisan
adalah rangkaian kata yang dijahit seapik dan serapi mungkin supaya banyak yang
suka (Hasnan, 2014).
Kata
salah satu senior saya di organisasi waktu beliau ngisi sebagai pemateri di
acara workshop kepenulisan beberapa bulan yang lalu – aku sebagai moderator
beliau. Telat, lagi lagi telat. Kenapa gak dari dulu sih suka nulis? Kan sama
aja menulis itu latihan, semakin sering dilatih nanti tulisannya akan semakin
bagus! Terkadang orang kehabisan waktu untuk menyalahkan diri sendiri. Bingung mau
nulis apa dan sepenting apakah tulisan itu. Awam memang, aku juga masih awam di
kepenulisan. Ini aja masih belajar.
Benar,
hidup itu sangat singkat dan hidup itu seperti main game (lihat Running Man). Kenapa
aku senang ngasi contoh Running Man? Dari Running Man sedikit banyak aku belajar,
dari tantangan yang harus diselesaikan. Beberapa kali mereka gagal
menyelesaikan misi, sampai akhirnya mereka berhasil. Seperti itulah hidup,
dimana awal kegagalan dari permainan yang dicontohkan Running Man itu dijadikan
sebagai pelajaran berharga yang gunanya untuk mengoreksi diri. Tentang strategi-strategi
praktis yang seharusnya digunakan untuk memecahkan misi sampai berhasil.
Jangan
pernah merasa malu dan takut untuk gagal! Karya dari tulisan pertama boleh
dibilang jelek dan gak bermutu atau berbobot sama sekali! Tapi, namanya juga
belajar menjahit kata, kalo sering latihan menjahit pasti lama-kelamaan
jahitannya bakalan rapi dan laku kalo dijual, syukur-syukur banyak yang beli. Jadi
peluang dan penghasilan sendirikan?.
Sudahlah,
belajar itu sah-sah aja. selama kamu mau belajar untuk memberikan yang terbaik
dari usaha belajarmu. Biarkan tulisan pertamamu dibilang kurang bagus. Tapi,
ingat “orang yang sukses itu dulunya juga pernah mengalami beberapa kegagalan
dan mereka terus belajar mengoreksi diri sampai mereka benar-benar berhasil dan
sukses.”
Dulu,
saat aku mengikuti seminar di Jogjakarta, siempunya acara bilang begini “kegagalan
dan kesuksesan itu seimbang,” (Febrio, 2011) maksudnya
adalah jika kegagalan itu jumlahnya 10 maka kesuksesan itu jumlahnya juga 10. Jadi,
ketika kamu sudah mengalami 9 kegagalan dalam hidupmu maka yang tersisa adalah
1 kegagalan lagi dan 10 kesuksesan telah menanti, sejatinya hidup itu seimbang –
dimana Allah menciptakan sesuatunya secara berpasang-pasangan – ada kiri kanan,
atas bawah, depan belakang, hidup mati dsb. So, buat kamu yang masih semangat
mengisi hidup dengan belajar, lakukan saja! Lakukan apa yang kamu bisa lakukan
dan berawal dari apa yang kamu sukai. Jangan sekali-kali merasa terbebani untuk
melakukan apa yang kamu lakukan. Apa yang bisa kamu lakukan! Lakukan saja,
karena ketika kamu melakukan apa yang kamu lakukan, pertanda bahwa kamu telah
memilih apa yang kamu lakukan itu menjadi bagian dari apa yang kamu sukai dalam
hidup untuk kamu lakukan.
Sejatinya
manusia terlahir dengan dilengkapi berbagai kelebihan juga pasti ada kekurangan,
sehingga membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk mengisi kelowongan dari
kekurangan dari hidupmu! So, let’s doing what you like and the most important is
doing what you like first!