PERHATIAN!
Dalam tulisan ini, kemungkinan besar akan menggunakan bahasa “sahabat”
yang tidak biasa dari biasanya. Jika tidak berkenan membaca dipersilahkan untuk
undur diri dari sekarang. Sebab, bacaan tidak pernah memaksa untuk dibaca!
“Hidup itu sebuah perjalanan, perjalanan
cerita yang kita nggak akan pernah tahu kemana arahnya. Tapi perjalanannya
selalu mengikuti arah kaki kita melangkah”
“Mimpi yang membawa kita semua
menikmati indahnya hidup”
“Mimpi terus, sampai Tuhan memeluk
mimpi kita”
(Abimana Aryasatya & Lukman Sardi Ost Laskar Pelangi)
Kaki yang selalu melangkah!
|
![]() |
| Dony dan Ari (Pak Ketua HMJ Polsri) |
Haaaiii….!!!
Plat BG, Rabu
– 4 November 2015! Palembang.
Sore hari
waktu setempat – 16.45 wib!
Selamat sore
semuanya? Apa kabar? Apakah kalian sudah cukup bahagia hari ini? Semoga cukup,
yaaaa….
Sebetulnya
tulisan ini dibuat tidak dalam satu waktu, melainkan dari beberapa waktu dan
tempat berbeda, akan tetapi memang start tulisan ini dilakukan pada sore hari
di dalam kamar selepas melakukan presentasi LKTI pada hari Rabu, tanggal 4
November 2015 di Kampus Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang.
Seperti yang
sudah saya katakan diatas, bahwasanya kemungkinan besar dalam tulisan ini akan
menggunakan bahasa yang tidak biasa dari biasanya, makanya sedari awal saya
mencoba untuk bertanya “masih beranikah Anda meneruskan bacaan ini?” Jika Anda
masih berani, mari kita berjalan bersama menelusuri lorong perjalanan kehidupan
saya dan tentunya bersama saya. Sebagai hadiah akan keberanian Anda, maka saya
secara pribadi akan memberikan hadiah dengan ucapan BIG THANK YOU and have a
spectacular day! My best wishes for you for everything, everywhere, everytime…..
Brawijaya's - Fuurinkazaniz!
|
First of all,
Thank You Allah SWT yang telah memberikan kesempatan, rahmat-Nya, Ridho-Nya
kepada saya dan rekan satu tim untuk berpartisipasi dalam LKTI 2015 (Lomba
Karya Tulis Ilmiah 2015) yang masuk di dalam rangkaian acara KAKTUS 2015
(Kompetisi Akuntansi dan Karya Tulis 2015) yang diselenggarakan di Politektik
Negeri Sriwijaya, Palembang.
Second,
thanks to my big family dimanapun berada. Atas segala doa, full support dalam
segala bentuk pengembangan bakat yang sedang dalam proses saya lakukan.
Kebesaran hati menerima hasil di setiap saya ditimpa kekalahan di beberapa
tournament, dan hiburan penyemangat pemberi motivasi yang telah diberikan agar
bangkit kembali. BIG THANK YOU and I LOVE YOU….
Third, thank
you to all my friends yang tersebar dimanapun (Jogja, Malang, Pekanbaru,
Rengat, Lampung, Solo, Semarang, Surabaya, Jepang) dan masih buanyak lagi. Kalian superrr
pemberi motivasi bagi perjalanan hidup ini. Terimakasih banyak, karena tanpa
kalian pasti saya semakin bukan apa-apa. Terimakasih atas motivasi yang sudah
kalian tularkan pada saya yang kecil ini – kalian supeeeeeerrrrr….!!!! I LOVE
YOU, GUYS!
Ayah saya
pernah bercerita tentang kekayaan. Bagi Ayah, kaya itu tidak dilihat dari
kuantitas besarnya jumlah materi yang kita miliki. Baginya, “Kaya itu, ketika
kita punya banyak teman – yang artinya kita memiliki banyak saudara”.
Mungkin benar
jika kita memiliki banyak kekayaan materi kita akan hidup bahagia, tapi Ayah
tidak mencukupkannya disitu. Akan tetapi kebahagiaan Ayah adalah ketika dapat
hidup bersama-sama dengan orang lain dalam keserhanaan, karena hal itu akan
jauh lebih membahagiakan dan kita akan paham makna syukur yang telah Allah
berikan pada kita.
“Aku masih banyak belajar dari Ayah, mencoba menelusuri rel perjalanan
dan perjuangan Ayah untuk benar-benar memahami besarnya makna syukur”
| Segini ni bawaannya. Alhamdulillah pulangnya nambah beberapa! Kikikiki |
Untuk
melakukannya kepada banyak orang, saat ini saya baru hanya bisa mengucapkan
terimakasih secara lisan dan melalui beberapa pesan singkat yang beberapa kali
saya luncurkan.
Entah apa
yang terjadi pada diri saya, kenapa saya begitu hobi mengatakan dan menuliskan
kalimat “Terimakasih / thank you / big thanks / Arigatou / Merci Beaucoup /
suwun” daripada yang lain.
Terimakasih
kepada Keri Pranata, yang telah mengajak dan menggabungkan saya dan kembaran
saya dalam tim, yang artinya kami berdua kembali menjadi fighter dalam sebuah
event besar setelah beberapa tahun tidak lagi dilakukan.
Heeemb,
sepertinya jika cerita ini saya buat dengan kalimat “formal” terus, akan sangat
membosankan, ya? Oke! Mari kita mulai perjalanan ini dengan cara yang
sesungguhnya! Are you ready, guys?!?!
Perkenalkan,
nama saya Dina. Sedari kecil Ibu dan beberapa saudara saya memanggil saya
dengan nama “dinol”, saya sangat senang nama itu, hehehe. Makanya hampir semua
media sosial yang saya miliki pasti menggunakan nama dinol.
Dinol juga
merupakan nama panggilan bagi anak laki-laki dari anak teman baik ayah saya. Tapi
masnya pakai “U” (Dinul) dan saya “O” (Dinol). Saat ini mas Dinul sedang dan
masih di Jepang untuk meneruskan pendidikannya di beberapa tahun kedepan – Alhamdulillah
masnya sudah berkeluarga dan di Jepang telah hidup bersama dengan pangeran
gantengnya juga bidadari yang setia menemani perjalanan keluarga kecilnya yang
bahagia.
| Tari penyambutan tamu yang dibawakan oleh Miss Indonesia 2015 - kategori Miss berbakat! Mahasiswi Polsri |
| What are you looking for, huh? |
| My Plane! Hihihihi |
| Let's flying with me! |
| Buat LPJ-an, coy |
| Brotha Keri Pranata |
| Me as Dinol ehehe |
| Sista Dian Kurniasih |
| Sultan Mahmud Badaruddin Int' Airport, Palembang |
Terimakasih kepada
pak Dokter (Agung Sudomo) adek kandung mas Dinul - Bapak Dokter Hewan jebolan IPB! Tahun 2012 ketika saya akan
memasuki dunia perkampusan, saya membaca beberapa tulisan mas Agung di blog. Hasilnya,
ketika saya mencoba menulis dan memostingkannya di blog saya, saya meminta mas
Agung untuk membacanya dan menilai
tentang tulisan saya – dan diteruskan dengan penilaian yang membangun mulai
dari layout, template, bahkan asumsi dari tulisan yang saya buat. Terimakasih banyak
Abang…. J
Terimakasih
buat Mbk Nukiiiiii….!!!
Kakak satu
yang udah punya pengalaman “GILA” dua kali ke Jepang semasa jadi mahasiswa
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Saya sangat senang dan berterimakasih
karena mbk Nuki – meskipun sangat sibuk dengan seabrek tugas dan laporan kuliah
sebagai mahasiswa Geografi – masih mau meluangkan waktunya untuk menulis dan
memostingnya di blog! Jujur saja, waktu itu saya sangat menunggu cerita “pengalaman”
terbaru mbk Nuki, karena “saya masih terikat dengan peraturan asrama dan dalam
sebulan hanya diperbolehkan pulang satu kali – pulang ke kosan – dan asrama
memiliki peraturan dilarang membawa alat komunikasi ataupun elektornik – yang membuat
saya mengandalkan untuk pergi ke warung internet terdekat dari asrama untuk
mendapatkan akses informasi. Terimakasih karena sampai sekarang masih memanggil
saya dengan sebutan “Kembar Junior” – soalnya dulu di kost ada dua pasang anak
kembar – Dian Dina (duo kembar yang sering kabur dari asrama) dan Ika Ike tentunya
senior saya di kosannya mbk Pix, Pondok Dzalila.
Mbk Restiiiii,
kakak yang gak kalah kece karena udah exchange ke Rusia! Makasih atas
cerita-cerita sangar yang dibuat dan dibagikan di blog! Kakak dari teknik
arsitektur spesialis bidang PWK UGM (Perencanaan Wilayah Kota) yang hobi nyanyi
– kebetulan kita di Jogja tetanggaan kamar – kamar Mbk Pix dan Mbk Resti
sebelahan pas. Meskipun saya terbatas buat pulang ke kosan – untuk saling
mengenal satu sama lain ada banyak cara, salah satunya blog! Big thank you,
sistaaaa….
Ibu Dosen,
hohoho…
Mbk Raraaaa,
kakak yang sekarang udah jadi Dosen di Semarang! Kakak jebolan jurusan Bahasa
Indonesia UGM!
Makasih yeh,
mbk. Mbk yang begitu saya ke kosan “selalu” setia sama keyboard alias sibuk
entah ngapain di depan laptop! Terimakasih atas kisah dan sastra yang sudah
dibagikan di blog! Kakak satu yang selalu siap sedia mengulurkan tangannya
mengantar saya dan kembaran ke stasiun – karena keterbatasan tenaga mbk Pix
mengantarkan adek kembarnya yang jarang terpisahkan – meskipun hari hujan!
I LOVE YOU
kakaaaak, kaaaakaaakk….
My big thank
you, buat mbk Opix! Kakak saya yang kedua yang selalu ada buat semua
adek-adeknya! My love to you~ is so big and strong sistaaaaa…. Mari rangkaian
mimpi kita diatur dan dirapikan! Mbk Opix, you are my everything! Terimakasih telah
tumbuh bersama dan banyak membimbing
saya dengan langsung merasakan dan melakukan. Terimakasih telah menunggu saya
di Rumah Sakit kala saya sakit demam berdarah dengan trombosit yang “gak banget”
sampe rela meninggalkan kelas ujian bahasa inggrisnya. I’m sorry, karena
tahunya pun baru-baru ini. Terimakasih karena telah memberikan saya kesempatan
menjadi driver setiap balik ke Jogja. You know me so well lah, kaakaakk… I LOVE
YOU.
Terimakasih karena
dukungan penuh yang kau berikan agar aku dapat terus melangkah dan bangkit,
nasihat-nasihat disetiap aku kalah dalam tournament dan segalanya…
Terimakasih buat
semua pihak – teman – sahabat – saudara yang telah memberikan pengaruh positif
dalam kehidupan saya, kalian sangat banyak dan kaliaaaann suuupeeerrrr
menginspirasi…!!! (Mohon maaf karena tidak mampu saya sebutkan).
2015! Thank you so much for all
spectacular experience in my life…!
Sabtu, 31 Oktober 2015 adalah waktu pengumuman dari proses
seleksi penerimaan naskah/paper yang dikirimkan dalam perlombaan LKTI Polsri
(Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang). Sedari pagi – sore hari, saya dan
saudara kembar tidak berada di kosan. Kami berdua keluar dan menghadiri wisuda
salah satu teman kami setelah berbelanja kebutuhan hidup, hehehe…
Dilokasi –
kampus tempat wisuda dilaksanakan, saya bertemu dengan Keri - laki-laki GILA* yang menurut saya gak pernah lelah
dan selalu saja ada bahan yang mau dibicarakan – dengan siapapun. Bahkan tak
jarang saya dan Keri sering kelihatan “rada berantem” gegara hal sepele –
tepatnya bukan berantem, tapi adu pendapat kali yeh. Hohohhoo….
Disana dia
banyak cerita dengan kembaran saya, karena mereka saya tinggal shalat Dzuhur –
efek nunggu artis yang diwisuda lama beeeettt….!
Keri meminta
untuk selalu cek email, karena panitia akan mengumumkannya juga via email – Keri
terkendala dengan jaringan – wifi only dan hape tidak mengaktifkan paket
internet. Kantong hemat – melatih menjadi mahasiswa cermat.
Malam hari,
selepas shalat Isya – hape saudara saya berdering yang isinya mengabarkan bahwa paper yang kemarin
diajukan lolos seleksi dan diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap
selanjutnya, yaitu presentasi.
Dengan diloloskannya
paper, menandakan bahwa kami harus melakukan registrasi pendaftaran peserta. Nah,
berhubung hari itu selepas menghadiri wisuda salah satu teman, Keri pulang ke
tanah kelahirannya – akhirnya kami berbagi tugas untuk tahap-tahap yang akan
kami lakukan selanjutnya demi Palembang – Tour de Palembang! Hehehe…
Malam itu
juga, saya dan kembaran – berusaha mencari ATM terdekat sekalian mau cari makan.
Pas diawal, urusannya rada rempong. Soalnya Keri bolak-balik kirim pesan yang
meminta kita buat ngisi ini-itu lah demi kepentingan administrasi dan
penginapan disana.
Nah, yang bikin
rada terkejut adalah ada tulisan di salah satu prasyarat peserta bahwasanya
peserta lomba maksimal semerter 5. Busyet! Gua semester 7 sekarang. Udah siap-siap
mau bayar biaya pendaftaran, coy! Lalu gua harus terus melangkah demi temen
cowok gua, Keri ataaauu gua gak jadi bayar?!?
“TIDAK” mimpi
itu perjuangan yang harus diperjuangkan dalam setiap langkahnya, kami sadar ini
adalah mimpi bagi semua mahasiswa. Mencari teman dari seluruh kampus yang
tersebar di beberapa wilayah di belahan bumi Indonesia tercinta.
Saya,
menghubungi Firda (via telepon ataupun pesan singkat) – salah satu panitia
KAKTUS 2015. Karena udah keseringan ngirim SMS dan sekarang pengen cepet dapet
jawaban dan efek kemaleman, akhirnya malam itu juga saya telepon Firda buat
nanyain “bener gak ini mahasiswanya harus maksimal semester 5?” awalnya dijawab
“iya, bener” tapi gak lama berselang – saat saya masih beli makan – hape saya
nyanyi trus pas saya angkat dan berkata hallo – pihak seberang bilang “gak
papa, kak. Pesertanya boleh semester berapa aja yang penting masih aktif
sebagai mahasiswa dengan dibuktikan penunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Alhamdulillah,
okay! Let’s goooo…! Cari ATM buat transfer biaya pendaftaran peserta. Akhirnya selesai
juga – dan kita telah berada dalam zona “peserta LKTI Nasional” di Politeknik
Negeri Sriwijaya, Palembang. Bismillah….
Minggu, 1 November 2015 (perjuangan satu bulan, coy! Ahahaahaha…)
Saya akan
mengakui kesalahan dan menganggapnya ini sebagai pelajaran berharga yang memang
bener-bener harus dihargai sepenuh hati.
Setelah hari
Sabtu, urusan administrasi pendaftaran sebagai peserta sukses kami lakukan,
hari Minggu adalah hari yang sangat penting karena akan menentukan “kita bisa
berangkat atau tidak”. Pesawat!
Ahaha,
perjuangan betul…!
Kenapa begitu?
Iya, saya tidak akan berkhianat pada diri saya sendiri. Saya mengakui saya
salah – tapi saya juga mengakui bahwa diri saya tidak sepenuhnya dapat
disalahkan – PAK POLISI! J
Siang itu,
dihari Minggu. Saya dan saudara saya berangkat untuk membayarkan tiket pesawat
yang telah di booking beberapa jam sebelumnya di ATM terdekat – paling deket
sama kosan. Akan tetapi, dari beberapa box yang kami masuki, transaksi kami
sukses tidak berhasil. Tulisannya begini “mohon maaf, kartu Anda tidak
terdaftar” WHAT?!? Inikan ATM bersama, harusnya bisa dong, yaaa….
Yaah, nasip
dah. Akhirnya kami harus cari ATM lagi. Berhubung ATM kita (twin) adalah BRI
Syariah – biar lebih bisa ngemastiin transaksi akan berhasil, kami berangkat
cari ATM BRI Syariah – tapiiii, apa gerangang yang terjadi? ATM TIDAK MEMIHAK
PADA KITA, karena ATM-nya rusak dan lagi dibenerin sama bapak tukangnnya,
huhuhuhu…. Padahal waktu nya mepet beettt yang cuma dibatesin sampai jam 12.22
wib.
Saya bertanya
ke Bapak Satpam yang lagi berjaga di sana. “Selain di sini, ATM BRI- Syariah
yang lain ada dimana, ya pak? Yang paling deket lah sama sini, gitu?” “Ada di
jalan pelajar, mbk. Dekat Ramayana Mall, daerah pasar besar” kata si bapak.
Okay! Sangkyou
very much, bapak.
Whuuusss,
segera saya meluncur! Tapi yang namanya rencana Allah lebih indah, tetep aja. Hal
indah didepan mata buanyaaak buanget! Macet, coy! Mobil betumpuk ngatri,
diselingi roda 2 dari berbagai merk dan kelas (Kelas roda 2 bermesin, dan kelas
sepeda berkayuh). Hohohho…
Alamak, nasib
dah ini tiket bakalan hangus dimakan waktu yang gak pernah bersalah! Waktu hidup
gua tinggal 4 menit lagi buat bisa berangkat ke Palembang dengan tiket
bookingan pribadi. Oh My Lord, please help us!
Teng tonggg! Time
is over, over, over! Selamat yaaah, tiket Anda sudah hangus – hahahaha…
Kurang di “ajar”,
gua diketawain sama waktu, sama jalanan, sama mobil-mobil, sama motor, bahkan
sama sepeda, sama bangunan disepanjang jalan, bahkan bangunan yang pada ngumpet
seolah-olah berlarian lihat wajah gua yang udah kecewa banget dan menyalahkan
diri sendiri! Bener-bener, yaaa…
Keringat gua
bercucuran, tapi belum sebanyak keringat diepisode selanjutnya, coy!
Saya akan
berangkat dengan tim! Nasib kami masih ditangan saya dan saudara saya. Dengan tekad
penuh perjuangan, hohhoho… saya tetap saja melanjutkan perjalanan saya untuk ATM,
demi ATM. Hyahayahayah….
Berkali-kali
saya bertanya pada “orang yang bisa ditanyain dan berharap dapat menjawab
dengan benar dimana lokasi ATM BRI Syariah berada”, ternyata para aktor yang saya tanyai, tidak semua bisa menjawab pertanyaan simple saya dengan tepat
sekali jawaban. Ohhh Tuhaaaannn, tolonglah hamba ini, berikan kekuatan kaki dan
mulut juga hati untuk bersabar – BTW, kan tiketnya udah hangus, brooo… kenapa
masih panik?!?
Gua gak panik
kali, cuma gemes aja.
Yasudah,
perjalanan dilanjutkan kembali. Dibalik rasa “udah mau nyerah” keajaiban Tuhan
untuk menguatkan tekad menghujani hati di hari ini”, elu harus bisa ngehargai
peluh elu, perjalanan elu tinggal sejengkal lagi! Elu harus jalan lagi
sekarang!.
Yeay! ATM nya
ketemu! Alhamdulillah, akhirnyaaaa….
Nanti saya
bisa pulang, booking tiket lagi terus bisa bayar langsung disini. Tettt tooottt!!!
Nasib elu di tangan Tuhan, bray! ATM nya kagak bisa dipakai karena rusak. Ada tulisan
penyambutan elu masuk ke ATM juga kagak, gimana elu bisa narik ato transfer
duit buat bayar tiket. Hahaha…. SIAL! Gua diketawain mesin ATM!
Berhubung memang
mesin ATM lagi pada rusak, akhirnya saya keluar juga dari box itu. Makasih loh
yaaa, kamu sukses membuat saya kejar-kejaran sama semangat yang fluktuatif!
Cobaan belum
selesai, coy! Setelah ngambil motor, gua sekarang harus berhadapan sama
bapak-bapak polisi! Ya Tuhaaaannn….
Iya saya
salah, tadi sempat kesal dengan beberapa orang yang gak ngerti alamat lokasi
ATM. Tapi kenapa sekarang harus pejabat pemerintah yang gua hadapin, bejibun
gile lagi jumlahnya…!
Dalam opisode ini : “Dinol di suruh mampir ke pos
Polisi… Ehehehe
Pak Polisi : Eeeh, sini… siniiii menepi….
Mbk ini satu arah ya?, mana SIM?
Dinol :
Ada, Pak. (buka dompet – cari SIM. Yang mau dikasihkan KTP), Eh, mana sih
SIM-ku, hehehe…
Dian :
Iki, loohhh…, Yaampuun (dengan wajah banyak kesal dengan saya – karena semua
hal konyol ini).
Dinol :
Ehehe, ya maap. Akukan gak pernah berurusan dengan polisi sebelumnya (Kecuali
bayar pajak).
Pak Polisi :
Sini, masuk dulu ke post (sambil ngebawa SIM saya) – beruntung dah si bapak
menjadi orang pertama (polisi) yang pegang SIM saya setelah dipegang sama
pembuatnya. hohhohoho
Dinol & Dian :
(Laaah, nurut aja…)
Yang terjadi
di dalam post adalah kami saling berdebat satu sama lain. Aku yang pengen
cepet-cepet motor ku balik ditangan dan bisa pulang kekosan untuk meneruskan dan
merampungkan cucian yang dari pagi gak selesai-selasai.
Dan para
Polisi yang masih betah nyalahin saya yang berani-beraninya nerabas one way, dan yang terparah lagi gak bawa STNK… wkwkwkw
Oh Tuhaan,
nasib baik betul saya hari ini.
Tiket hangus,
tanya ATM ke orang kaga cepet dapet jawaban, kejebak macet, dan sekarang gua
berhadapan sama 6 bapak polisi… LENGKAP!
Saya mahasiswa
tingkat akhir – belum terlalu akhir, coy! Pintu gerbang menuju keakhirannya
baru dibuka, dan saya masih ngintip-ngintip lihat didalem sono sebenernya
ngapain – ngerjain skripsweet, ketemu dosen buat bimbingan, baca banyak buku
dan blaaa blaaa blaaa…
Terimakasih kepada
beberapa Dosen dan rekan seperjuangan saya atas ilmu dan strategi debat “defending
argumentation” yang sudah diajarkan pada saya. Akhirnya setelah melalui proses
yang panjang, dengan keringat yang ngalirnya kaya air keran. Kocos-kocos terjun
ke lensa kacamata karena saya harus lari beberapa kilo meter mencari kendaraan
yang bisa mengantarkan saya pulang ke kosan untuk mengambil STNK saya, dan
terimakasih kepada Tetangga kamar terdekat saya (Putri) yang telah menjadi malaikat
penolong saya untuk mengantarkan saya kembali ke post polisi memerlihatkan STNK
dan mengambil motor Ayah saya yang lagi dibawain ke anaknya yang lagi di
Malang.
Untung “mantan”
atlet ahahahahaaa…
“Hargai peluhmu, usahamu, dan gandenglah mimpimu dengan riang gembira!”
Urusan tiket
selesai karena kita minta tolong mas Mansyur buat mesenin dan beliin tiket
pesawat! Salah satu rangkaian dari rencana terindah Allah agar kita (twin)
kembali menghubungi pahlawan yang telah memberikan kami tumpangan tempat
singgah selama melakukan kegiatan Pratik Kerja Nyata (Magang) beberapa bulan
yang lalu. Duomo Arigatou Gozaimasu, Senpai…!!! Alhamdulillah…
Senin, 2 November 2015.
Efek lari
sprint dihari Minggu baru ngefek pas hari Senin, huwahaha…
Badan guaaaa,
sakit semuaaaa…!!!
“Pelarian saya
masih panjang - saat ini, hari ini, pagi ini, seharian ini, kesempatan ini –
tugas kami adalah mencoba mencari “sponsor dana” dari kampus”. Kita kejar-kejaran
banget sama waktu. Ibarat nyawa kita cuma sampai jam 4 sore! Waktu kantor…
Tenang,
tenaga kita masih prima kok! Kita punya mimpi yang sama – jalan – jalan di
Palembang sama temen-temen baru. Hohhohooo….
Setelah bolak-balik
dan berjam-jam dikampus mencari “orang penting”, akhirnya jam 4 tinggal dihitung
jari aja. Time is over for you, guys! Bismillah, dengan dana yang telah terbawa,
insyaallah besok pagi (Selasa, 3 November 2015) kami (tim) siap berangkat dan
berjumpa dengan orang-orang super di Palembang!
Selasa, 3 November 2015
Serius?!?! Sekarang?!?
Tadi aku baru
tidur jam 2, dan sekarang jam 4.30 aku bangun buat shalat Shubuh – lepas itu
mandi, dan sekarang aku ribut ngebangunin temen kosan buat minta pertolongan –
anterin kebandara yak, Diniiiii cantiiikkkk, Nita baaaiiikkk… ehehehe
Love you dah,
ahihhihihihi…
Dibandara :
Keri sukses
bikin saya bangkit dari tempat duduk dan jalan-jalan hilir mudik gak jelas karena
dia lama beeett dateng ke bandara (Kinestetik – )
Gak lama
setelah Keri dateng, kami dipersilahkan untuk masuk pesawat. Bismillah,
lembaran baru dihari baru akan kita ukir bersama. Mari berikan ukiran terapik
untuk mereka-mereka para terbaik di Indonesia! Kami siap, kawan. Sangat siap!!!
Penerbangan Malang
– Jakarta lumayan….
Nice flight,
giliran sekarang kami harus menunggu di Halim Perdana Kusuma Int’ Airport,
Jakarta. Selama 7 jam ahahahaa… lama juga yaaa
| Mayanlah, lumayan cekut-cekut kepalanya! |
| Pindah? (lagi) |
| Krucuk-krucuk perut kita, ini makannya - Pas kemarin doang ding. |
Setelah dirasa
cukup dan kita butuh “udara sejuk” – AC (Air Conditioner), akhirnya kami
memilih untuk menunggu di dalam saja. Didalam, kami sedikit membaca – belajar presentasi
– belajar ngomong – dari paper yang
telah dikirim dan diprint di rumah.
Untungnya di
dalam ruang tunggu Halim ada book store-nya, jadi begitu bosan menunggu dan
membaca – saya bisa jalan – jalan ke toko buku. Begitulah saya, paling gak
betah buat duduk dengan durasi waktu yang lumayan lama. Onoooo wae gaweane… J
Jam udah
mepet ke jadwal penerbangan pesawat “ku” ahahhha, berkemas, coy!
Masuk –
berdoa – berangkat – sampai – Alhamdulillah – dijemput LO – Alhamdulillah…
Perkenalkan,
nama LO saya adalah Muhammad Stella. Mahasiswa aktif jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Stella punya partner baik,
namanya Heru Riski, mereka satu jurusan dan sangat baik pada kami. Eheheehe
Thank you,
guys! You know us so well banget, dah!
Setibanya kami
di Bandar Udara Sultan Mahmud Badarrudin II, Palembang. Tanpa menunggu lama
kami delegasi Universitas Brawijya sudah dijemput oleh LO kami. Kerennya mereka
adalah, ”mereka terlalu khawatir kami sangat lelah” dari pagi sampai malam,
coy! Gimana enggak? Kita baru sampai penginapan sekitar jam 9 malem, dan buat
masuk kamar pun kita kudu muter-muter, naik turun keluar masuk lift – minta
tolong bagian resepsionis buat ngebukain pintu pake kunci serep – padahal besok
pagi acara sudah dimulai dari pagi sekali”. Dan kalian tahu? Didalam satu kamar
hotel yang saya tempati, berisikan 3 orang. Ketiga orang tersebut menggunakan 4
alfabet yang sama, yaitu D.I.A.N – D.I.N.A – dan D.A.N.I. Hohohoho…
(Berkesan!!!).
Back to our
LO!
Kesediaan mereka
membawa barang kita yang mereka sendiri bilang “inikan kewajiban kita sebagai
LO”, Whaaaww… baru kali ini sepanjang saya punya LO, barang peserta di bawain
sama LO! Biasanya mah diujung acara, saya udah lupa siapa nama LO saya dan
wajahnya yang mana. Ehehehe… you did so well Stell, Her!
Dan yang
paling berkesan buat saya adalah, diwaktu saya mengantri menunggu tas hitam
saya yang saya titipkan di bagasi bawah. Dengan tiba-tiba ada seorang ibu
dibelakang saya yang memegang pundak saya sambil berkata “dari SMA mana, dek?”
spontan saya menoleh dan menjawab “saya dari Universitas Brawijaya, bu…”, yang
langsung dilanjutkan dengan pernyataan ibu “semester 3, ya?”, ehehehee…. Senyum
saya melebar di dalam hati, iyes! Gua masih kelihatan sangat muda – Anak SMA,
semester 3 pula waktu dibilang masih jadi mahasiswa.
“Bukan, buu…
saya sudah semester 7 sekarang, ehehe”. “Loh, trus mau ngapain disini?” tanya
ibu itu…
“saya mau
lomba, bu…” jawab saya.
“Lomba
dimana, anak saya kuliah di Unsri (Universitas Sriwijaya, Palembang) 1,
semester 5 sekarang – kedokteran” yang satunya di Semarang, semester 3 (Undip)”.
Kata si ibu…
“saya mau ke
Unsri, bu…”, sambutku.
Baiklah, sebelum
berpisah dengan ibu yang masih menganggap saya anak SMA itu, si ibu bilang “sukses
ya lombanya”. “Iya, bu… Insyaallah. Semoga yang terbaik, aamiin…”.
Jika diingat
saat ini, saya telah salah menginformasikan bahwa saya dan tim akan berlomba di
Unsri. Tapi realitanya, kampus Polsri letaknya memang “pas” dibelakang kampus
Unsri. Jadi, maaf ya buuu… saya salah sebut ternyata. Terimakasih bu, untuk
doanya, Alhamdulillah mendapat yang terbaik.
Sebelum prosesi
presentasi, adalah hal yang menegangkan. Jujur saja ini adalah pengalaman perdana
saya dalam ajang berlombaan Karya Tulis Ilmiah yang berhasil saya ikuti.
Pembukaan acara
yang dibacakan surat Ar-Rahman, mengembalikan saya pada kota Malang beberapa
hari yang lalu – karena surat Ar-Rahman baru saja selesai saya baca H-1 sebelum
pemberangkatan ke Palembang. Saya kembali berpikir, untuk apa saya kesini? “Maka,
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” demikian arti dari ayat dalam
surat yang bacaannya beberapa kali diulang-ulang. Artinya, saya harus bersyukur
telah diizinkan untuk menginjakkan kaki di Kota ini dan berpartisipasi dalam
sebuah perlombaan besar. Alhamdulillah…
Tegang! Saya tidak
sanggup berbohong pada diri saya sendiri.
Jujur, saya
sangat tegang. Dan ini adalah kali pertama dalam turnamen yang saya ikuti, saya
pergi tanpa seorang pendamping yang dapat mengarahkan dan memotivasi diri saya.
Hal yang bisa saya lakukan saat itu (Rabu) adalah menyugesti diri saya secara
mandiri, banyak berkata dan berdialog dengan diri sendiri bahwa saya bisa
menjalankannya dengan baik, bahkan sangat baik. Saya pasti bisa! Ponsel saya offline!
No communication with others, kecuali Ayah, Ibu, Kakak, dan Adik saya via pesan
singkat SMS. Pun sesekali saja.
Kunyalakan ponsel,
kupasang earphone, kunyalakan beberapa lagu, kupejamkan mataku dan mulai
berdialog dengan diri sendiri. “Aku pasti bisa”.
Giliran waktu
presentasi, pribadi saya menyadari bahwa presentasi saya masih jauh dari kata
bagus. Namun, paling tidak saya sedikit tidak mengalami kebingungan dan
terbata-bata dalam berbicara di depan ke-3 juri yang ada didepan saya.
Cucuran keringat
Keri, gak berhenti-berhenti – bahkan setelah dipersilahkan turun panggung karena
sederet pertanyaan para juri dan waktu udah habis (10 menit presentasi – 15 menit
tanya jawab). You did very well, bro!
Entah kebetulan
atau sengaja, Stella dan Heru bisa ngebaca suasana hati kita semuanya…
We need relaxation!
Mereka berdua ngajakin kita buat pergi jalan, ahahhaaha
You are the
best, dah pokoknya! Baru kali ini juga saya nemuin LO yang ngajakin ninggalin
acara buat pergi jalan-jalan! Hohhoho, you both the best! Pergi dah kita jalan,
ditambah satu pasangan delegasi berjas
kuning yang sengaja saya ajak – karena LO mereka sangat sibuk akibat
merangkap-rangkap divisi di acara ini. Tapi, sebelumnya makasih banyak loooh
Firdaaaa yang udah ngejar-ngejar jawaban ke saya tentang kesan yang di dapet
buat ikutan acara KAKTUS 2015 dan bisa dateng ke Palembang! Elu kaga terima gua
pindah bangku dan tetep ajeh nyodorin “MIK” di Universitas Brawijaya – dan itu
GUEH! Ahahaha, big thanks sist, dan sekarang gua pinjam anak Elu (delegasi yang
elu jadi LO-nya) buat jalan-jalan… kekekeekee
| Jalan-jalan berkah, aamiin |
Hari (Rabu) ini
sangat menyenangkan! Dapet bonus jalan-jalan dibandingkan delegasi Universitas
lain – dan itu kita pergi sama-sama, coy! LO sendiri lagi yang ngajakin! Suppeeeerrr…!!!
| Alhamdulillah, dibantu ambilkan poto sama Bapaknya. SIPH! |
Hari penentuan
tentang siapa pendapat 3 besar dari beberapa Universitas yang bertanding!
Sebelum acara
pengumuman, ada Semnas (Seminar Nasional) dulu, pengisinya Bapak Ulum, dosen dari
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meskipun sama-sama dari Malang dengan
delegasi Brawijaya, tapi si bapak bilang sendiri ke audience bahwasanya kampus
kita “saling bermusuhan – intelektuality – nya ”, dan kalian tahu? Pak Ulum
adalah salah satu juri di LKTI – yang sukses bikin sahabat saya, Keri bercucuran
keringat lama banget!
Terimakasih pak,
telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjawab pertanyaan bapak – yang ujungnya
ternyata ada prize-nya. Thanks Bank Mandiri Syariah for that prize. I do love
it!
Alhamdulillah,
delegasi kami (Universitas Brawijaya) ternobatkan dapat juara 3, thanks juri! Kami
sangat terkejut, karena selepas presentasi kami tidak mendapatkan tanda-tanda “kemanangan”
dilihat dari pertanyaan dan kritik saran yang diberikan ke tim kita.
My Big Thanks
to Telkomsel! Terimakasih telah mengizinkan saya untuk bolak-balik naik turun “panggung”!
Terimakasih karena telah memilih essay saya sebagai juara 2 di ajang kompetisi ini.
Berdasarkan informasi yang saya cari tahu sendiri dari panitia, bahwasanya
jumlah pengirim essay tersebut banyak sekali. Bahkan lebih dari jumlah peserta
yang mengikuti KAKTUS 2015. Dan setelah saya menerima “hadiah sangat lucu” itu,
ternyata benar apa yang dikatakan panitia! Peserta terbuka untuk umum, bahkan
yang juara 1 adalah anak kampus tuan rumah yang masih semester satu, sedangkan
yang juara tiga adalah dari panitia sendiri! Alhamdulillah…
| Thanks pak Ulum! |
You can find my essay here!
|
| Thanks Firda! |
| Thanks Telkomsel! Loop! |
| Sari as committee, Dinol, Keri and Pak Ulum hihihihi |
| Brawijaya's kabur! wkwkw |
| Candid! |
Sampai akhirnya,
BBM saya yang awalnya saya niatkan untuk sektor privat for family harus berubah
status menjadi sektor public – karena mereka para panitia minta barter PIN BBM.
Yaaa Tuhaaannn…
| I'm so happy! |
| Twin / Futago |
| Hello everyone?!? |
| Home! kekekeke |
Panitiaaanyaaa
solid gileeeee, pinter banget tau gak sih? Masak lokasi hotel kita diapit sama beberapa
mall besar, gak depan, belakang, samping kanan, kiri, semuanyaaa mall – dan besar-besar
semua (yaiyalah, namanya juga mall! Wunderbar (Dahsyat)! Yasudah dimalam ke-2
kami, delegasi dari jaket biru dongker dan kuning – pergi ke mall barengan, pas
dijalan sehabis kita makan dan mau menuju mall, kami bertemu dengan bapak
penjual balon udara – berhubung waktu sudah malam dan barang dagangan bapak
masih banyak, kami membeli 2 balon dagangan bapak. Aku beli yellow duck, dan
teman saya beli red McQueen.
| Tuuuh-kan, balon bapaknya masih banyak - padahal start dari habis Shubuh loh. Beli sana! |
Balonnya kita
bawa masuk mall! Buat tanda kalo kita pada tersesat! Lihat aja, ada gak balon
kuning sama merah melayang-layang? Ehehehe
| Keri coba sepatu! Cieee, sepatu barryuuu |
Berhubung
jatah nginap di Hotel cuma dua malam doang. Ingat kantong!
Kita harus
berhemat supaya bisa pulang dengan selamat dengan kondisi tubuh tetap sehat –
klo dihitung-hitung kita udah banyak kehilangan waktu istirahat yang cukup
lebih dari 2 minggu, looohh…
Entah kita
yang sok sibuk, atau ngesok aja mengaku jadi orang sibuk disini (MALANG).
Malam terakhir
di Palembang, kami menginap bersama di rumah salah satu panitia – namanya Dony…
| Halaman samping rumah keluarga Dony |
Makasih buat
keluarga Dony yang telah memberikan tempat istirahat yang sangat nyaman untuk
kita semuanya. Terimakasih dan mohon maaf telah banyak merepotkan – terutama untuk
ibu – nya Dony…
| Mie tek-tek (Khas Palembang) |
| Stadion Jakabaring, Palembang |
| Menu farewell dinner dengan Dony dan Wahyu! |
| Twins Junior (Wahyu) & Dony! |
| Namanya Tekwan! |
| Mie! |
My best regard
dinoltwins
*GILA (Great in mind, innovative, lead (ing/be a leader, action) – (Febrio Hadikesuma, 2012).





