Kamis, 06 Juni 2013

Cerita-nya Kak Lina & D_C!



Malang, Juni-6-2013

Suasana kayak gini nih yang bikin kangen sama asrama, yang kira-kira udah satu tahun aku dilulusin oleh sekolah dan KEMENDIKBUD trus aku dibolehin meninggalkan diri dari sekolah berasrama itu. Meski kebanyakan orang bilang klo ada di sekolah dan asrama itu diibaratkan kita sedang berada penjara suci, tapi dengan adanya sekolah yang berasrama itu aku dan temen-temen udah dijaga dari banyak hal yang kalo dijelasin nggak bakalan selesai ceritanya sampe kapan. ckck

Yang bikin kangen itu, temen-temen asrama dan suasana yang kita nggak sengaja temuin disana. Diasrama nggak bakalan sesepi di kosan. Kayak hidup terus gitu, dari pagi jam tiga sampe jam setengah sebelas malam nggak sepi kayak dikosan yang baru hidup sekitar jam setengah sepuluh pagi trus sehabis isya sepi lagi karena ngumpet di kamar masing-masing. 


Trus klo diasrama kita sering cerita nggak genah sama temen-temen kamar klo nggak malah satu asrama sekedar buat hiburan ngelapasin penat dikepala dengan unek-unek yang udah ada dari bangun tidur sampe pulang sekolah, sharing tentang impian masa depan, curhat tentang anak seberang, belajar bareng di mushola klo nggak aula dan segala macem hal yang berlangsung diasrama selama enam tahun.
Sepulang bimbel sore hari kamis

Betah banget sih, aku tinggal diasrama? Heran deh. Padahal dulu pas awal-awal sering nagis lhoo, soalnya kangen sama ortu, keluarga, dan temen-temen SD. Aahhh, malu yakin kalo nginget masa baru-barunya tinggal bareng temen-temen dari seluruh Indonesia diasrama kala itu. Haha

Jadi inget juga, dulu waktu ibuku ngrayu aku buat sekolah di Jogja tempat kakak-kakakku juga sekolah. Dikasih iming-iming klo bakalan berangkat naik pesawatlah, nanti sering di telponlah, nanti bakalan seneng disana trus klo nanti aku sekolah disitu juga untuk bekal aku dimasa depan, pernah apa malah sering gitu waktu aku ditelpon bilang nggak betah sekolah disini, berat karena peraturannya banyak banget dan pelajarannya super duper banyak trus ibu bilang dengan sabarnya dicoba sampe tiga tahun dulu, nanti klo nggak betah boleh pindah disekolah yang nggak lagi berasrama huhu, tapi syaratnya ya tinggal dirumah nenekku. Yaampuun ibuku, cinta dan kangen deh…

Enam tahun itu nggak krasa, tahu-tahu udah terima ijasah aja. Tapi, pas masih pertama masuk sih kerasa banget lamanya, apalagi kelas satu-dua. Rasanya pengen pergi tauu dari situ. Tapi, setelah lulus sih baru nyadar klo ternyata udah banyak hal yang udah terjadi dan mewarnai hidup dari masing-masing kita. Nggak bohong dan nggak salah lagi klo setelah kita pelepasan bilang sama temen-temen yang udah pada pencar-pencar kuliahnya klo kita kangen asrama dan kangen suara kalian dulu, kangen belajar bareng, kangen ngantri mandi, kangen rebutan cermin, kangen keributan karena sandal di gosop orang, kangen kehabisan lauk trus ngajakin beli mie di warung, kangen lari-lari sambil bawa piring berisi nasi plus lauknya buat sarapan karena belom sempet sarapan diasrama, kangen di cegat Kedisiplinan Sekolah gegara kancing baju nggak ada trus suruh ngejahit sendiri di ruang kedisiplinan sampe akhirnya rapi dan baru kita dibolehin masuk kelas, kangen colong-colongan berangkat sekolah pake sandal  dan ngejar pintu gerbang biar nggak kejebak di depan buat ngisi buku punishment karena berangkat mepet jam masuk, kangen umpet-umpetan sama Kedisiplinan karena pake kaus kaki pendek trus nurunin rok buat nutupin biar nggak ketahuan trus kaus kakinya di sita dan kita suruh tanda tangan poin dan disuruh beli kaus kaki, kangen bolos kelas cuma buat Nge-net di warnet dan di cari-in pak satpam disuruh masuk kelas lagi, kangen tidur dikelas pas ada guru soalnya habis begadang tidur di jemuran dan atap asrama rame-rame dan masih buanyak lagi yang belum kesebut  tapi udah kejadian di masa itu.

Ada banyak hal yang sebenernya udah aku dapatkan di asrama dan sekolah itu ‘Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta’ terimakasih untuk semua dukungan dan pembelajaran yang insyaallah akan berguna bagi kami, terutama kedisiplinan dan kejujuran. Motivasi dari guru-guru dan pesan-pesan beliau-beliau supaya kita pandai-pandai menjaga diri saat udah masuk diperguruan tinggi. Mereka guru-guru kami sungguh berjasa, dan sekarang sungguh! aku kangen dan butuh nasihat mereka yang ternyata sangat peduli dengan masa depan kita semua. Mereka yang tidak pernah bosan dan lelah membimbing kami, mendengarkan keluhan kami mengenai masalah asrama yang padahal mereka sendiri juga punya tanggungan buat mengurusi anak-anak dan keluarga mereka dirumah, tapi disini mereka mau berbagi dengan kami dan kami dianggap anak juga oleh mereka, kangen sharing dan nasehat dari kak Lina guru BK kami dari kelas 1-3 SMA.
 
IPS 1 (kurang kayaknya)

Ini ditangga utama Asrama
Kami seriiiing banget dinasihati sama kak Lina, beliau itu adalah salah satu guru kami yang paling sabar, nggak pernah kami melihat beliau marah, nasihatnya selalu mengena di hati kami. Beliau sering juga curhat tentang anak-anaknya yang masih kecil dan membutuhkan kasih sayang yang lebih karena super atraktif. Tapi, kak Lina nggak pernah cape gitu buat nasihatin kita, padahal angkatanku itu terkenal nakal dan bandelnya waktu kelas 1 SMA. Pesan, cerita, dan kasih sayang beliau yang nggak pilih-pilih anak itu yang bikin kami seneng dengan kak Lina. Cerita yang beliau bagi juga nggak pernah memihak ke siapa aja, jadi seperti netral gitu, bagian dari upaya beliau untuk menumbuhkan motivasi dari masing-masing kita. Beliau selalu berpesan pada anak didiknya dengan tutur katanya yang lembut yang nggak pernah akan kami lupakan. Kak Lina ngasih kepercayaan ke kita biar nggak bandel dan menjaga nama angkatan, nggak banyak menuntut, yang jelas percaya aja gitu ke kita semua klo kita pasti bisa diandalkan dengan melihat doa kita di nama angkatan (d’leader community) yang selalu beliau bawa-bawa waktu ngasih motivasi di kelas maupun luar kelas biar kita itu bisa bener-bener jadi seorang pemimpin dan contoh bagi anak-anak yang lain. Disitu kita juga di pikirkan kembali bahwa setiap tulisan dan kata-kata itu adalah doa dan harapan, yang pasti ada maknanya buat diri kita sendiri.
Eaa, mau kumpul angkatan

Lalala, ini mah didepan kelas, habis bayar SPP
Sedih sekarang, karena udah nggak ada lagi yang ngingetin dan ngebimbing kita klo lagi ada masalah, semuanya harus bisa di-handle sendiri. Kadang suka kelewat batas, bener-bener skeptis. Nggak ada yang ngingetin shalat, hafalan Al-Quran, ngingetin jaga perilaku, karena sekarang udah bisa bebas-sebabas-bebasnya. Itu yang bikin sedih.

Se-kamar nek bener iki (kurang?) iya..

Oh iya, waktu kami pengumuman UN dan UM, kak Lina juga memberikan pesan untuk kita-kita. Pesan ini katanya beliau buat sendiri dengan ketikan jari-jarinya dan dibantu dengan suami beliau saat anak-anaknya sudah tertidur, karena dari cerita-cerita beliau yang dibagikan ke kami mengenai ke-dua anaknya itu, beliau belum bisa bekerja klo anak-anaknya itu masih terjaga. Jadi, mungkin malam mendakati pagi beliau bekerja mengetik pesan yang masih dan tetap akan aku simpan di dalam raport ku ini. Beliau juga pernah bilang ke kami klo ide buat nulis pesan ini dibantu sama salah satu teman kami, nama temen kami ini bagus, tapi kami biasa manggil dia Ndonx (Baca: Ndong). Begini pesan beliau untuk kami.


Kak Lina Guru BK kami

==================================================================
Yogyakarta, 26 Mei 2012
Kepada YTS.
Ananda Dina Kurniawati
Di Bumi Allah

Assalamu’alaiku Wr. Wb

Puji syukur kepada Allah SWT yang hanya karena rahmat, hidayah dan karunia-Nya lah, kita senantiasa mendapat perlindungan dan kemudahan.

Selamat atas keberhasilan Ananda! Ananda dinyatakan  LULUS UN dan MUA’LLIMAAT. Semua itu tentu tidak mudah kita dapatkan tanpa pertolongan Allah SWT, doa orang tua dan saudara kita, bimbingan belajar dari guru-guru kita, dan perhatian yang luar biasa dari teman-teman kita, dan dukungan yang lainnya. Bersyukurlah… karena selama ini Allah SWT telah memberikan kehidupan yang baik, ilmu yang bermanfaat, kesehatan lahir dan batin, kekayaan hati, dan kepandaian dalam menuai makna dari setiap peristiwa yang kita hadapi selama ini.

Ananda yang berbahagia… …

Ketahuilah…. Tidaklah mendapat ilmu bagi orang-orang yang tidak mempunyai kemauan, dan tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada taqwa. Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu, dan tidak terpuji bagi orang-orang yang tidak jujur. Maka  belajarlah, karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai, dan pemilik ilmu itu tidak sama dengan orang yang bodoh. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmu, karena kelak ia akan menjadi perisai bagimu, dan jadikan ilmu yang dimiliki untuk kemanfaatan bersama. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.

Ananda sayang…. Ilmu itu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Belajarlah, carilah ilmu, dan biasakanlah perbuatan yang baik-baik. Karena barang siapa yang membiasakan sesuatu sejak kecil, maka akan terbiasa sampai tua. Jangan cepat puas jika sudah melakukan sesuatu yang baik, sehingga Ananda berhenti berusaha untuk menjadi lebih baik, untuk akhirnya menjadi yang terbaik. Kesuksesan akan datang pada mereka yang lebih berani mencoba dan bertindak, dan jarang menghampiri orang penakut yang tidak berani mengambil konsekuensinya.

Selamat berjuang untuk Ananda… Ustadzah yakin Ananda bisa menentukan arah masa depan yang senantiasa di jalan yang benar, yang penuh dengan hidayah dan barokah Allah. Tetap istiqomah di jalan-Nya, dan tetap semangat dalam mengarungi kehidupan yang masih panjang Ananda lalui…

Teriring do’a dan pengharapan yang baik untuk Ananda…..

SALAM SUKSES!!! SEMOGA ALLAH MEMBERKAHIMU….

Wassalamu’alaikum Wr. Wb
NB. Semoga keinginan Ananda ke LN                                            Guru BK
tercapai… Amin                     
                                                                                          Herlina Lusi Annawati, S.Pd
======================================================
Seperti itulah tulisan yang kami terima dari kak Lina bertepatan dengan keharuan kita menerima kenyataan bahwa kita lulus 100%, Alhamdulillah, sekadar pesan bagi kami untuk mendidihkan semangat menggapai asa kami semua, walaupun hanya sekadar tulisan yang tidak bermakna, tapi jiwa kami sendirilah yang memberikan makna sampai saat aku membaca aja masih sering merinding dan terharu gitu. Kepedulian beliau sampai segitunya sama kita demi masa depan kita juga, sama seperti orang tua kita. Makanya, sekarang kita harus bisa menghidupkan api semangat kita biar orang-orang yang sayang sama kita itu bisa tersenyum bahagia dengan keberhasilan kita.
Pesan dari Kak Lina sehabis dari gadjah mungkur
Pesan Salah satu Kawan
Bukan maksudnya menggurui sih, ini juga buat pelajaran bagi penulis biar nggak egois karena memikirkan keberhasilah sendiri, bukankah kita semua harus saling mengingatkan. Terkadang aku lupa juga, jadi butuh untuk diingatkan dengan temen-temen semua.
Semoga bermanfaat…

Maaf, klo banyak kata yang nggak ngenakin dan salah-salah. Inget kata No Body is Perfect But Allah is Perfect One aja deh.
Coretan kecil mungkin bisa ngingetin heheehe
Ganbatte ne…………














0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar