Minggu, 11 Oktober 2015

Bolang-nya Dinol!








Jumat, 09 Oktober 2015

Be "Happiness People" in this world! Be yourself!

Malang, lovely room  - alone – happy – can’t describe!   

Hay! Ohayou Gozaimasu….

Cava bien, gengs? (Apa kabar?)

Vendredi - (Jumat), Octobre, 9 – 2015

Sebelum saya bercerita panjang lebar dipagi hari yang cerah ini, dengan kadar cuaca yang lumayan dingin, dibalut udara yang masih dibilang segar. I wanna say “HAPPY BIRTHDAY” to mon la petite soeur….. (Adek - bontot perempuan kecil kuuu yang kemarin ulang tahun ke-18…, love you and let’s walk together! Just follow our dreams and let’s do something to achieve that (Fast)! Ganbatte, ganbarimashou!

Thanks before to all my friends here, Indonesia and world (maybe – I have) for read my blog. Thank you so much!


Baiklah, dipagi yang kebetulan saya emang lagi berbahagia sekali, saya berniat untuk bercerita dan berbagi kisah tentang beberapa hal yang mungkin (kemungkinan) besar berhasil sukses membuat saya sangat bahagia dan bersemangat!

Dalam hidup, kebahagiaan itu dapat disebabkan karena beberapa faktor : misalnya saja dibagi menjadi dua, apa itu? Faktor internal dan faktor eksternal. Kalian pasti sudah sangat pandai untuk mengklasifikasikan apa saja yang masuk dalam kategori dari kedua faktor itu, bukan?
Graduation mon la petite soeur, 2015. Yogyakarta in Love!
Okay! Internal artinya kebahagiaan yang diperoleh karena dorongan dari dalam jiwa kita sendiri, sedangkan eksternal berartikan kebahagiaan seseorang tersebut disebabkan karena adanya pengaruh dari luar (orang lain – misalnya).

Akan tetapi, tetap saja loh, keduanya saling berhubungan sama lain. Justru bagi saya kebahagiaan itu sedikit banyak memang dipengaruhi oleh faktor eksternal. (Oke! Cukup untuk membahas secara lebih rinci mengenai hal itu – karena saya yakin pasti akan sangat membosankan).

Bagi saya secara pribadi, memang kebahagiaan hidup seseorang sangat dipengaruhi besar oleh “eksternal”, for example : You have some good friends, you love that peoples! Atau memang orang itu kamu anggap sangat berpengaruh dalam hidupmu sehingga membuat hidupmu terlihat lebih berwarna layaknya pelangi yang muncul setelah turun hujan – yang memang indah banget! Atau kamu bahagia karena orang tua kamu membuatmu bahagia dan masih banyak lagi – yang pada intinya setiap kebahagiaan yang muncul dari “internal” di pengaruhi “eksternal” karena adanya stimulus yang memengaruhinya (how happiness coming?).

Twin with friend, we are good friend.
Bahagia – arti yang sangat tidak dapat dideskripsikan secara pasti karena (mungkin) sangat abstrak. Pun tidak jarang ada beberapa teman (orang) lain yang melihat ekspresi kebahagiaan kita, mereka akan berkata “kamu aneh, iihh orang ini kenapa sih? Dari tadi kok kelakuannya beda amit dari biasanya, what happens with you, hoy? Dan masih banyak lagi…

Apakah kalian tahu, apa yang ada dalam pikiran orang yang sedang “bahagia” tersebut ketika mendengar “kalian” berbicara seperti itu? Bagi saya, biarlah orang lain bahagia dengan hidupnya dan bebaskanlah dia untuk mengekspresikan kebahagiaan tersebut di depan banyak orang, karena saya pun sangat yakin bahwa bahagia itu “menular”. Saat kalian berkata demikian di depan people-nya, maka dia akan berpikir bahwa dia kurang dihargai oleh kalian dan kebanyakan mereka akan menarik diri mereka (kembali) tanpa bebas lagi berekspresi – diam seribu bahasa dan mengurungkan dirinya dalam ruang gelembung yang secara otomotatis dibentuk untuk bahagia sendiri dalam ruang gelembung itu!.

C’mon guys! Bahagia itu penting banget! Ada satu kalimat yang membuat saya tertuntun untuk bahagia karena menggambarkan tentang pemanfaatan waktu, kalimatnya seperti ini “If you wait for perfect conditions, you will NEVER get anything done!”. Nah, untuk menjadi bahagia itu sebenarnya sangat mudah, kan? Gak perlu nunggu waktu yang dianggap paling “pas” bisa menjamin kebahagiaan kok. Relative terjangkau lagi. Dimanapun bisa, kapanpun, dengan siapa pun….

Me and Eski & Yiyiz...! (Dulu se-asrama - Eski)
Maka dari itu, mari mulai untuk banyak bertanya dan berdialog dengan diri sendiri tentang kebahagiaan seperti apa yang sebenernya pengeeeenn banget ada dan hadir dalam hidup kalian.

MENJADI ORANG YANG BAHAGIA itu sangat menyenangkan, “bahagia itu akibat” jadi, bagaimanapun caranya untuk dapat bahagia sesuai dengan apa yang diinginkan, kita harus mengerjakan “sebab-sebab-nya terlebih dahulu dengan baik”. Pun, jika pun ternyata kebahagiaan itu lama untuk dicapai, sabarlah… karena semua butuh proses, dan saya sangat yakin ketika kalian menemukan “kesulitan” untuk mencapai “kebahagiaan” justru hal yang sekarang sedang terjadi, nantinya akan membuat kalian merasa menjadi orang yang sangat bahagia karena kalian menghargai usaha kalian dan mensyukurinya, bukannya begitu? Hohohohho….

Everytime we're happy......
Banyak orang bilang, “hidup cuma sekali, Rek! Buat apa dibikin susah, dinikmati aja keules…! Bener banget, dan dari hitungan 1-100 persen saya yakin ada yang setuju dan ada juga yang tidak. Dan pasti “masih” banyak yang setuju, Huwehehehe....

Simple ajah contohnya, menjadi bahagia yang bener-bener bahagia itu berawal dari kesederhanaan dan “legowo”, artinya “hidup yaaa hidup aja, gak perlu banyak menuntut diri sendiri untuk memenuhi “ini” dan “itu”, kek yang banyak dan sering keluar pas pelajaran itu loh, “manusia itu adalah makhluk Tuhan yang tidak pernah merasa puas, kebutuhannya tidak terbatas, padahal dia bergantung pada alat dan benda yang sangat terbatas dan (tidak) bisa di daur ulang”. Manusia ancen perusak?!?!

Tidak! Manusia bukan perusak. Manusia bisa men – create something good, something new, something specta, something… something…something…

Manusia itu keren! Dia bisa bahagia dan mengekspresikannya, take action, and absolutely can take and give huweheheehee…. (bukan Baper, yaaakkk….)

Ingat! RUMUS yang terpenting menjadi bahagia adalah BERSYUKUR…

La grande - 2 & la petite soeur in action!
La grande - 3 & la petite soeur rolling camera (trap)!
SO, good luck!

Bercerita tentang pengalaman yang membuat hidup saya bahagia (heeembbb….)

Terlalu banyak hal, kisah, pengalaman, dan faktor penyebab menjadi bahagia….

Pertama tentu karena orang tua dan keluarga, support mereka untuk mencapai impian, keterbukaan akan sesuatu, fleksibilitas waktu yang selalu saja ada untuk sekadar bercerita dan berbagi kisah (curhat). Itulah kenapa sampai ada lagu “keluarga cemara” yang liriknya “harta yang paling berharga adalah keluarga”, mungkin memang sedikit banyak melihat keluarga adalah segala-galanya. So, jagalah keluarga kita dengan baik yaaaakkkk…..

Happy Graduation, bontoooottt....
Mau bagaimanapun juga, kapanpun juga, ketika kita merasa kesulitan akan sesuatu yang sedikit memberatkan urusan kita, keluarga selalu berada di gardu terdepan untuk memberikan pertolongan sebelum para tetangga dan kerabat serta sahabat dekat kita yang entah ada dimana posisinya…

I LOVE MY FAMILY, BIG FAMILY (as always)….

La grande - 2 & 3 (Iye, iye, iyeeee....)
Pengalaman baru juga bisa loh membuat kita menjadi bahagia, bertemu orang baru, sahabat baru, mengukir lembaran kisah baru, dan semua serba baru! Don’t be shy untuk menunjukkan siapa diri kita  yang sesungguhnya dihadapan mereka. Sebab, sesungguhnya orang lain juga akan membaca dan “bisa” membedakan “mana diri kita sesungguhnya, dan mana orang lain yang bukan menjadi bagian dari kita”, sederhana saja – jika kita tidak mampu menyampaikannya secara oral, tubuh pun mampu berbicara. Then, semua kelihatan, coy! Hohohoho….

Dan apakah kalian tahu, jika kita mampu mengeskpresikan diri kita yang sesungguhnya “apa yang akan kita dapatkan?” iyaps! Kebahagiaan, kita akan menjadi orang paling “merasa” bahagia karena (mungkin) berlaku dengan tanpa beban, that’s absolutely true looh...

This is our agenda!
Sebab, memang kita berlaku dengan menunjukkan siapa diri kita dihadapan mereka, dan saya pun sangat yakin setiap orang akan “lebih” menyukai “orang lain” yang menjadi diri mereka sendiri. Hehehe… sederhana sekali bukan untuk menjadi bahagia, tidak perlu menunggu kaya, dan kata Bapak Yusuke Shindo di buku ke-4 nya yang berjudul "Mengenal Jepang", beliau nulis kek gini "Semua orang membutuhkan uang. Untuk hidup diperlukan uang. Tetapi di dalam masyarakat Jepang secara turun-temurun ada pemikiran bahwa yang dinamakan uang adalah barang yang hina dan kotor. Kotor, karena yang namanya uang disentuh oleh banyak orang. Namun tidak sebatas hal itu saja, konsep abstrak "uang" adalah kotor; memikirkan dan memedulikan itu saja dianggap rendah" (Mengenal Jepang, hlm 136 - Penerbit Kompas), makanya kita butuh cintaaaa hahahaha....

Selain itu, untuk menjadi bahagiapun kita tidak membutuhkan waktu untuk mengisi lembar “open recruitment - to be a happiness people in the world” dan lain sebagainya. Waktunya lebih fleksibel dan bebas dilakukan dimanapun!

Tularkanlah kebahagiaan kepada banyak orang, supaya menjadi lebih optimis terhadap diri mereka sendiri – biar gak ada lagi lagu mellow, galau, seduuuuhhh etc.

BERBAHAGIALAH, HEY PARA JIWA YANG MENGAKU MUDA!

Enjoy your life and let’s happy together….

Thanks, thanks, thanks to all peoples yang telah menjadi aktor pencipta – pengukir - pengisi kebahagiaan di lembar kehidupan saya. Love you all, guys…..!!!

Congratulation to you all, guys! Meskipun dulu kalian jadi anak saya di asrama, ingat! Kita masih seumuran, yak! Jiwa Muda, coy!

NB: Buat kalian yang ingin tambah belajar dan mengetahui Jepang, cobalah untuk membaca buku karya Bapak Duta Besar Jepang yang sekarang berkantor di Jakarta, Bapak Yusuke Shindo. Bagi saya bukunya menarik, mudah dipahami bacaannya dan HI (Hubungan Internasional bangets!), mayankan, belajar langsung dari Kedubes yang dulu setelah lulus Fakultas Ekonomi Todai (Tokyo Daigaku) langsung memulai karir-nya sebagai Diplomat...
Di Gramedia ada bukunya - hihihihi

Recommended yak, baca buku "Menganal Jepang"...
Good Book, Good Happiness hohoho.....

Best regard,

dinoltwins