Rabu, 22 April 2015

Tahu apa yang dilakuin saat GALAU? NULIS apapun


Mungkin saat kamu kuliah, hari perdana masuk kelas ketemu dengan orang-orang baru kamu merasa asing. Ketemu dengan orang-orang asing, gak ada orang mayoritas di kelas itu yang kenal dengan kamu, juga yang kamu kenal. Kamu merasa hilang arah, gak ngerti kudu mulai ngobrol dari mana. Kecuali orang itu memang temenmu dari SMA yang entah kamu kenal baik dengan orang itu sebelumnya atau malah sahabatmu dirumah (sahabat main).

Dibalik rasa hilang arah, pernah juga terpintas kalo dunia itu kejam. Kejam sekejam-kejamnya. Bahkan sampai menyalahkan diri sendiri kenapa bisa keterima dan masuk di Universitas yang mungkin nggak diharapin, sama sekali – soalnya dulu pas jaman SMA gak dimasukin sebagai list Universitas yang mau dituju. Orang bilang “aku masuk kampus karena kesasar akibat beberapa faktor”, dan kalo sempet ada orang tanya “kenapa gak masuk Universitas disana aja? kan deket”. Ibarat dihujani batu akik yang masih bronggolan segede pintu sampe 10 kali. Sakit! Kwkwkw

Hidup itu gak selamanya sesuai dengan keinginan kawan, ada beberapa kalimat dan pesan-pesan yang itu bisa ngehibur hati, termasuk aku.

Itulah alasan kenapa aku nulis cerita di blog ini. Awalnya aku ngerasa kayak gitu, aku sempat kecewa (sempat loh yeee).

Keterima di Universitas Brawijaya Malang itu adalah suatu kebetulan (menurutku) dan rencana indah dari Allah.

Di setiap daftar presensi pun, aku dan saudaraku selalu dipanggil akhir (paling akhir). Itu juga yang jadi alasan kenapa aku patut bersyukur.


"Kembang Brambang" di Batu Malang

Keterimanya aku di Kampus ini, aku disuguhi dengan pemandangan yang sama sekali berbeda dari beberapa kota yang pernah aku tinggali lumayan lama sebelumnya, pulang – pergi – main - dan segala hal yang sengaja gak sengaja aku lakuin -, toleh ke kiri - kanan aku bisa menyaksikan keindahan kuasa Allah. Tempatku tinggal sekarang di kepung dengan tanah yang bergumpul lebih tinggi, serba pegunungan!!!

Gunung dan Lapangan Sepak Bola (Kampus)

Indah sekali, berbeda dengan kota yang sebelumnya, selama kurang lebih 6 tahun aku tinggal disana, mungkin hanya 2-3 gunung yang aku lihat. Kota yang menurutku lebih ramai, lebih nyaman, lebih dan lebih (tapi entahlah), keduanya sama-sama aku sukai. Bedanya saat ini aku masih sering merindukan kota itu, tapi aku sedang menikmati kota yang sekarang.

Saat pertama kali aku diajak untuk melihat dunia sesungguhnya di kota sekarang, aku merasa takjub. Akupun menjadi lebih bersyukur akan ciptaanNya. Disana-sini bertumpah ruah nikmat yang bisa membuat mata merasa segar menyaksikannya. Taman petik apel, tempat rekreasi berbasis alam (kalo masuk ke bahasa pendidikan => Ecotourism), udaranya yang masih lumayan seger dan suhu udara yang juga kadang masing adem.

Daerah Coban Rondo Malang

Hal yang paling berkesan, aku dipertemukan dengan orang-orang hebat, baik, dan berpengaruh buat hidupku.

Aku juga dikasi kesempatan buat ikut berbagai perlombaan, yang itu membawa aku ke salah satu pulau yang dijadiin idaman banyak orang – Pulau Bali. Lomba yang sama dari sebelumnya yang aku ikutin di kota yang dulu jarang banget aku denger – Jember. Di dua kesempatan lomba itu Alhamdulillah semuanya menang dapet juara 1. Paling tidak meskipun aku rada kurang di bidang akademik, aku bisa ngasih sumbangsih beberapa piagam yang aku dapet dari usahaku di bidang non akademik, olahraga buat orangtuaku. Soalnya, dari kecil memang mereka selalu menemani aku dan mengantarkanku buat ikut kejuaraan olahraga diberbagai sekolah dan tempat. Terutama untuk Ibuku, I LOVE YOU MOMMY. Ayah, terimakasih untuk hadiah sepatu merah putihnya, aku suka sekali dengan sepatu itu (Sepatu hadiah dari Ayah yang dijanjikan sebagai motivasi supaya aku bisa menang (lagi) di kejuaraan level selanjutnya), I LOVE YOU DADDY. Setelah memenangkan pelombaan di level selanjutnya dengan sepatu yang dibelikan Ayah. Aku harus terhenti di level selanjutnya (lagi), sebab harus melanjutkan sekolah di pulau yang sangat jauh setelah lulus Sekolah Dasar – Jogja.
ID Card Peserta kekeke

Tapi, hidup gak berhenti disitu. Di Jogja aku ternyata juga gak bisa lepas dari kebiasaanku buat lari-lari waktu berangkat dan pulang sekolah. Aku dan saudara kembarku di jadikan delegasi angkatan pertama buat ikut lomba Altetik dari kelas 1 - udah mau lulus sekolah. 

Hasilnya Alhamdulillah, meskipun dulu pernah kecewa karena sempat di curangi sama lawan main yang membuat kita memutuskan untuk berhenti. Tapi Ayah meyakinkan kami, beliau meminta kami tetap memenuhi permohonan sekolah agar anak kembar dari pulau seberang ini mau terjun lagi dilapangan. Dengan 1 cabang olah raga dalam 4 level perlombaan, semuanya kami dapatkan hasil yang mengantarkan kita berkesempatan untuk ketemu orang-orang dari seluruh indonesia, dan seluruh sekolah (pesantren). Entahlah dengan alasan itu atau bukan, akhirnya kami berdua terkenal di sekolah bahkan beberapa (seluruh) asrama, mulai dari ibu-ibu dapur yang nyiapin masakan diasrama, sampai Bapak-bapak tukang kebun (Pakbon) yang semuanya kenal nama kami berdua. Istimewa bukan? kwkwkwkw

Kak Fikri sama Mbk Intan, suhu senam kwkw


Cyiyaaattt, hahaha
Kampus.

Mungkin waktu kuliah, kita bakalan kengen sama temen-temen lama. Pasti!

Sampe pernah membandingkan, (meskipun dikit, yang penting ada) kwkwkw. Kangen rame, ngegosipin orang dan segala macem kangennya yang gak bisa dideskripsiin.

Teman itu silih berganti, ngalir kaya air dan berhembus kaya angin. Gak bisa dipegang buat nemenin kita di segala kondisi. Kadang ada, kadang juga gak ada. Kita sibuk dengan urusan kita masing-masing, hyahayhaya.

Gak gampang nemu temen yang sesuai dengan kriteria kita, makanya buat orang yang susah buat komunikasi – hidup itu kejhaaamm. Hehehe

Tapi sebaliknya buat yang pinter komunikasi - hidup itu surga dunia. Hahahaha. Pun dengan orang yang bisa memberikan pengaruh positif! Beuughh, mau pake cara apapun, sampai kapanpun. Bahkan hidup jauh pun, insyaallah keep in touch itu adaaah, kwkw

Love you my friends yang udah berpengaruh buat hidupku. Semoga kita bisa tetep ngasih pengaruh yang  positif yaaahhh, angan dan cita-citanya terwujudkan, menjadi orang yang berguna dan bermanfaat. Dan semoga usia kita baik yang sudah maupun sisanya dapat menjadi berkah. Aamiin

====== hyahyahayahya =====

Kamis, 02 April 2015

KEMBAR selalu bersama :D


Malang, 02-04-2015

Gak ada yang tahu kisah di balik hujan, dibawah payung kecil ditumpukan dua orang. Mungkin aku tak tahu, besarnya rasa sayangmu kepadaku. Mungkin abainya aku tak mempedulikan mu. Mungkin besarnya egoku tak menghiraukanmu, terkadang aku merindukan masa kecil kita, tak terpisahkan dimanapun kita berada. Dari kecil dalam kandungan hingga besar menginjak bangku perkuliahan. Mungkin aku ingkar terhadap dirimu. Aku juga sayang padamu. Keindahan masa kecil kita akan selalu ada dan hanya kita berdua yang merasakan.
Aaakk...Foto Kecilnya cuma dikit yang selamat :)
 
Pengorbananmu ditinggalkan kami semua, hanya untuk menyembuhkanku dari cidera tulang akibat ulahku sendiri. Aku tahu kamu pun sedih, bahkan sangat sedih ketika kau tidak temui kami di rumah waktu kau pulang sekolah kelas dua SD. Kau ceritakan, kala itu hari Jumat, kau panggil seluruh isi rumah namun tak satupun kau dengar suara sahutan dari dalam. Kau duduk di gardu jembatan depan rumah sambil kau ungkang-ungkangkan kakimu. Kau menangis, sama halnya ketika kau menangis saat melihat tak berdayanya aku dengan tangan kananku yang patah sebab jatuh dari main sepak bola. Kau menangis memanggil namaku keras, kau tumpahkan air mata karena ku tahu perasaanmu ngeri sekali melihatnya. Berputarnya lengan bawahku tak menjadi sempurna karena lepasnya engsel persendian. Sama halnya dengan menangisnya ibu ketika melihatku di lapangan depan sekolah kala itu.
Opening Olimpiade Brawijaya 2013
 
 
 
Temu teman, di MAN Malang
 

Tanganku tak berdaya, sama sekali tidak terasa. Mati rasa.

Aku rindu masa kecil kita, sering bertengkar namun tidak pernah sesering dan selama ini ketika kita sudah beranjak dewasa. Aku rindu masa kita bermain bersama, berangkat bersama, pulang bersama, pergi bersama kemanapun kita selalu bersama.

Rindu disaat kita mengucap janji untuk sama-sama memenangkan perlombaan demi melaju ke Nasional bersama. Rindu kala kita latihan demi mendapatkan satu buah piala tak berarti. Aku rindu masa-masa itu. Kini aku telah kehilangan keceriaan kita dulu, kita selalu sibuk dengan urusan kuliah kita masing-masing. Tak lagi sering bergurau, tak lagi kita belajar bersama karena kita memang tidak mengambil jurusan yang sama meskipun masih dalam satu fakultas dan universitas yang sama.

Aku tahu kau lebih sibuk dariku, aku tahu kau lebih lelah dariku. Mungkin aku terlalu memaksakanmu untuk juga memenuhi keinginanku, tanpa ku peduli dengan urusanmu sendiri.

Aku minta maaf jika aku terlalu berlebihan mengaturmu demi apapun. Tapi aku hanya ingin kau juga mengerti keadaanku dan kesibukanku.

Aku merindukan masa kecil kita berdua, kita yang tidak akan terpisahkan karena keadaan. Biarkan takdir yang memisahkan kita. Meskipun kita bertengkar, tapi kita tetap peduli kan? Kau tetap membelikanku makanan, akupun begitu. Jika ku memiliki uang yang cukup untuk kita beli makan berdua, aku tetap membelikanmu, bahkan ketika hujan.
 

 

BERSEJARAH! Diantar Daddy ke Malang mau perdana jadi mahasiswa :D

Perjalanan mau Pulang, masih di Jogja :D



Pelatihan penanggulangan bencana

Acara Organisasi Mahasiswa

Milad Organisasi yang ke 50 tahun, Surabaya :)
 

Sering sekali ibu berpesan agar kita tak lagi bertengkar karena memang kita hidup paling jauh dari keluarga, kita hanya kita di sini. Berdua, tak ada lagi keluarga kita yang lain kecuali hanya kau dan aku. Cuma kita, kisah kita juga yang sering aku tuliskan dalam blog, rasanya sangat berharga dan berartinya aku memiliki seorang saudara yang dapat dijadikan teman kemana saja. Seperti Nobita yang mempunyai Doraemon dalam suka dan dukanya. Bedanya Doraemon adalah robot kucing sedangkan kita sama-sama manusia yang punya ego dan keinginan masing-masing. Kita manusia biasa, tapi kita berbeda dari manusia lainnya. Kita kembar, kembar yang dalam sejarahnya gak pernah berpisah jauh. Kata orang kita kembar kok barengan terus, memang gak bosan apa? Aku gak penah bosan mempunyai kembaran, karena dengan kembaran, aku bisa memiliki teman tanpa khawatir aku sendirian dan dikucilkan. Memiliki kembaran juga membuatku memiliki banyak teman, karena temanmu temanku juga, temanku temanmu juga. Bahkan gak jarang temen-temen kita salah manggil kita waktu bertemu, mereka malu. Justru kita senang karena mereka tahu kita kembar tanpa kita harus repot-repot mempromosikan diri kita kembar. Teman-teman bahkan ada yang dengan sukarela memperkenalkan diri kita dengan dosen atau orang lain kalau kita kembar, sampai akhirnya kita dikenal oleh banyak orang.