Malang, 02-04-2015
Gak ada yang tahu kisah di balik hujan, dibawah payung kecil ditumpukan
dua orang. Mungkin aku tak tahu, besarnya rasa sayangmu kepadaku. Mungkin abainya
aku tak mempedulikan mu. Mungkin besarnya egoku tak menghiraukanmu, terkadang
aku merindukan masa kecil kita, tak terpisahkan dimanapun kita berada. Dari kecil
dalam kandungan hingga besar menginjak bangku perkuliahan. Mungkin aku ingkar
terhadap dirimu. Aku juga sayang padamu. Keindahan masa kecil kita akan selalu
ada dan hanya kita berdua yang merasakan.
![]() |
| Aaakk...Foto Kecilnya cuma dikit yang selamat :) |
Pengorbananmu ditinggalkan kami semua, hanya untuk menyembuhkanku
dari cidera tulang akibat ulahku sendiri. Aku tahu kamu pun sedih, bahkan
sangat sedih ketika kau tidak temui kami di rumah waktu kau pulang sekolah
kelas dua SD. Kau ceritakan, kala itu hari Jumat, kau panggil seluruh isi rumah
namun tak satupun kau dengar suara sahutan dari dalam. Kau duduk di gardu
jembatan depan rumah sambil kau ungkang-ungkangkan kakimu. Kau menangis, sama
halnya ketika kau menangis saat melihat tak berdayanya aku dengan tangan
kananku yang patah sebab jatuh dari main sepak bola. Kau menangis memanggil
namaku keras, kau tumpahkan air mata karena ku tahu perasaanmu ngeri sekali
melihatnya. Berputarnya lengan bawahku tak menjadi sempurna karena lepasnya
engsel persendian. Sama halnya dengan menangisnya ibu ketika melihatku di
lapangan depan sekolah kala itu.
![]() |
| Opening Olimpiade Brawijaya 2013 |
![]() |
| Temu teman, di MAN Malang |
Tanganku tak berdaya, sama sekali tidak terasa. Mati rasa.
Aku rindu masa kecil kita, sering bertengkar namun tidak pernah
sesering dan selama ini ketika kita sudah beranjak dewasa. Aku rindu masa kita
bermain bersama, berangkat bersama, pulang bersama, pergi bersama kemanapun
kita selalu bersama.
Rindu disaat kita mengucap janji untuk sama-sama memenangkan
perlombaan demi melaju ke Nasional bersama. Rindu kala kita latihan demi mendapatkan
satu buah piala tak berarti. Aku rindu masa-masa itu. Kini aku telah kehilangan
keceriaan kita dulu, kita selalu sibuk dengan urusan kuliah kita masing-masing.
Tak lagi sering bergurau, tak lagi kita belajar bersama karena kita memang
tidak mengambil jurusan yang sama meskipun masih dalam satu fakultas dan
universitas yang sama.
Aku tahu kau lebih sibuk dariku, aku tahu kau lebih lelah dariku. Mungkin
aku terlalu memaksakanmu untuk juga memenuhi keinginanku, tanpa ku peduli
dengan urusanmu sendiri.
Aku minta maaf jika aku terlalu berlebihan mengaturmu demi apapun. Tapi
aku hanya ingin kau juga mengerti keadaanku dan kesibukanku.
Aku merindukan masa kecil kita berdua, kita yang tidak akan
terpisahkan karena keadaan. Biarkan takdir yang memisahkan kita. Meskipun kita
bertengkar, tapi kita tetap peduli kan? Kau tetap membelikanku makanan, akupun
begitu. Jika ku memiliki uang yang cukup untuk kita beli makan berdua, aku
tetap membelikanmu, bahkan ketika hujan.
![]() |
| BERSEJARAH! Diantar Daddy ke Malang mau perdana jadi mahasiswa :D |
![]() |
| Perjalanan mau Pulang, masih di Jogja :D |
![]() |
| Pelatihan penanggulangan bencana |
![]() |
| Acara Organisasi Mahasiswa |
![]() |
| Milad Organisasi yang ke 50 tahun, Surabaya :) |
Sering sekali ibu berpesan agar kita tak lagi bertengkar karena
memang kita hidup paling jauh dari keluarga, kita hanya kita di sini. Berdua,
tak ada lagi keluarga kita yang lain kecuali hanya kau dan aku. Cuma kita,
kisah kita juga yang sering aku tuliskan dalam blog, rasanya sangat berharga
dan berartinya aku memiliki seorang saudara yang dapat dijadikan teman kemana
saja. Seperti Nobita yang mempunyai Doraemon dalam suka dan dukanya. Bedanya Doraemon
adalah robot kucing sedangkan kita sama-sama manusia yang punya ego dan
keinginan masing-masing. Kita manusia biasa, tapi kita berbeda dari manusia
lainnya. Kita kembar, kembar yang dalam sejarahnya gak pernah berpisah jauh. Kata
orang kita kembar kok barengan terus, memang gak bosan apa? Aku gak penah bosan
mempunyai kembaran, karena dengan kembaran, aku bisa memiliki teman tanpa khawatir
aku sendirian dan dikucilkan. Memiliki kembaran juga membuatku memiliki banyak
teman, karena temanmu temanku juga, temanku temanmu juga. Bahkan gak jarang
temen-temen kita salah manggil kita waktu bertemu, mereka malu. Justru kita
senang karena mereka tahu kita kembar tanpa kita harus repot-repot
mempromosikan diri kita kembar. Teman-teman bahkan ada yang dengan sukarela
memperkenalkan diri kita dengan dosen atau orang lain kalau kita kembar, sampai
akhirnya kita dikenal oleh banyak orang.








1 komentar:
Aku jadi kangen kalian berduaaa :i:
Posting Komentar