Senin, 22 September 2014

Diva dan Acil (Part 1)



Senin, 22 September 2014.

Pada pagi yang cerah dipersimpangan jalan disalah satu sudut desa, berbondong-bondong kawanan burung dengan kicauan suaranya yang sangat indah. Tidak begitu bising sehingga penikmat jalanan pun tidak dibuatnya begitu pusing. Lalu lalang masyarakat pedesaan membuat keakraban semakin hidup akibat beberapa obrolan yang mereka lakukan, mungkin seputar burung mungkin bukan.

Teriakan seorang anak kecil pagi itu membuat focus pembicaraan beberapa masyarakat teralihkan. Seorang anak kecil berumuran sekolah dasar  memanggil kakaknya yang sedikit jauh meninggalkannya didepan dengan mengenakan seragam Biru putih menunggang sepeda. 


“Kakaaak !!! jangan cepat-cepat, mari kita berangkat sama-sama, kakak lupa apa kata ibu dan ayah tadi pagi? Kakak harus tetap menjaga aku sampai aku tiba di gerbang sekolah kan”.