Dzalila 23.05 wib
My Lovely Room @Jogja
My Lovely Room @Jogja
Malam ini aku menulis dengan ditemani beberapa lagu
inspiratif dari SHEILA ON 7, NIDJI dan SHAKKAH setelah berfikir tentang
beberapa pilihan hidup dalam kurun waktu
yang tidak singkat tersadar sudah
seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua yang
sangat mencintai dan mendukungku dengan sepenuh hatinya.
Aku egois, dan aku terkadang benci terhadap apa yang aku fikirkan, aku ini siapa siih? Hanyalah seorang anak kecil yang belum memiliki apa-apa tapi sudah meminta apa-apa. Mau jadi manusia seperti apakah aku pada nantinya? Pendiam bukan berarti hidup ini selalu tenang tanpa hambatan.
“Untuk apa kamu menangis? Jika
kamu yakin terhadap kemampuanmu, LAKUKANLAH….!!! “
Sekolah jauh berarti harus kembali dengan kesuksesan yang
lebih jauh dari ilmu yang telah kau bawa sebelumnya.
Sewaktu aku kalas satu SMP aku sering menangis karena teringat
masa-masa dirumah, rindu orang tua, temen-temen bermain dan lain sebagainya.
Tapi aku kejogja punya tujuan yaitu membahagiakan kedua orang tuaku yang sudah
banyak berkorban demi aku. Akhirnya aku berhasil membuktikannya, dimasa aku
sekolah Allah telah memberikan kesempatan bagi aku untuk mengikuti beberapa event kejuaraan yang cukup bergengsi dan
pada akhirnya aku menutup dipuncak sesuai dengan yang aku harapkan dan impikan
selama duduk di bangku sekolah menengah pertama dan menengah atas. Aku berhasil
berangkat ke NASIONAL walaupun dipuncak
perlombaan itu aku tidak memperoleh angka sama sekali atau dalam artian hanya
hadir sebagai peserta tanpa menoreh kejuaraan. Dan aku bersyukur karena Allah
telah menunjukkan jalan bagi hidupku.
Dibalik kesuksesan ku ini, selalu ada orang yang senantiasa
mendukung aku, terutama ayahku, ibuku, dan saudara-saudaraku yang bagiku adalah
segalanya, yang selalu sabar terhadap keegoisanku yang menyebalkan ini. Juga
teman-teman aku yang selalu memberi semangat sebelum perlombaan itu dimulai.
Terimakasih kepada seluruh kakak mujanibah aku kelas satu, mb tita, mb AS, mb
bingar, mb UUL, mb azi, mb dhenis, mb nurlit, mb santi, mb umul, mb ayu….terimakasih
atas bimbingan kalian selama satu tahun yang terkenang itu.
Waktu yang begitu singkat, tak tersadar olehku bahwa aku
sudah menggantikan posisi kakak-kakak mujanibahku itu. Kini akulah yang
menempati posisi sebagai senior tertua sebelum naik kelas enam dan mengikuti
ujian kelulusan pembuka pintu harapan kita yang lebih tinggi. Di setiap season kehidupanku di sekolah yang
berasrama itu, tak pernah terlewatkan olehku untuk selalu belajar dan
mengembangkan hobby ku sebagai
pengamat sosial terhadap setiap tingkah laku dan perkataan teman-tamenku
dikeseharian mereka. Ternyata kami berbeda-beda, hobby setiap temen-teman juga bermacam-macam. Ada yang rajin sekali
belajar, namun ada juga yang bermalasan tapi pada dasarnya sudah pandai dan
selalu mendapat nilai yang baik. Hobby
bersosialisasi, berorganisasi, mencari kesibukan sendiri dikala waktu senggang yang dimilikinya
sepulang sekolah. Dan diasrama itulah kami saling mengenal satu sama lain dan
memahami apa yang seharusnya kami lakukan agar teman kami merasa senang
berteman dengan yang lainnya.
Tumbuh rasa empati terhadap teman, saling menolong saat ada
yang membutuhkannya, menangis bersama adalah hal yang sangat wajar bagiku.
Persahabatan, pengorbanan, kebersamaan yang baik, dan yang buruk. Keributan,
saling mengejek dan apapun itu. Bagiku hidup ini seperti pelagi yang mempunyai
banyak warna dan seperti permen yang mempunyai banyak rasa. Hal itu adalah
wajar apa adanya sesuai nurani kita. Kini, kami sudah terpisah oleh waktu.
Tidak ada hidup di asrama, tidak ada yang mengingatkan kami untuk shalat tepat
pada waktunya, tidak ada yang menyiapkan makanan dikala kami sudah selesai
sekolah, tidak ada antrian panjang untuk mandi, tidak ada saling titip beli
siomay, bakwan kawi, batagor dan segala macam layaknya yang dulu kami lakukan
hampir setiap hari dan menjadi suatu rutinitas ini.
Dulu, kami selalu shalat berjamaah di mushola, namun kini
hampir jarang sekali kegiatan wajib untuk shalat lima waktu ini berjalan di
lingkunganku yang baru. Entah shalat atau tidak, aku tidak tahu atau bahkan
tidak ingin tahu. Bayanganku tentang kehidupan kampus sewaktu masih berada di
sekolah menengah berbeda dan berbeda. Dulu aku membayangkan bahwa menjadi
mahasiswa itu enak bukan kepayang karena dalam satu hari saja hanya masuk
beberapa mata kuliah, mungkin hanya satu atau dua saja, namun begitu aku
menjadi mahasiswa barulah aku menyadari bahwa menjadi seorang mahasiswa itu
harus rajin dan haruss bisa memanfaatkan waktu agar bisa mendapatkan ilmu yang
sudah membutuhkan analisis sendiri dan juga berpikir kritis about everything.
Mahasiswa berbeda dengan siswa/i namun kami belajar untuk
bisa mandiri dan terbuka untuk bisa menerima keadaan yang sedang kami hadapi.
SEE YOU SOON AND KEEP FIGHT.
#GANBATTE NE!!!
#GANBATTE NE!!!

1 komentar:
GOOOOOOOOOOOOOOOOOO.....
SEMANGAT, POTO AMA ROBOT YANG DI FILM DORAEMON BESOK, INYAALLAH SEBENTAR LAGI. AMIIINN :D
Posting Komentar