Minggu, 17 Maret 2013

Ceritaku Sebelum Menjadi Mahasiswa

Dzalila 23.05 wib
My Lovely Room @Jogja

Malam ini aku menulis dengan ditemani beberapa lagu inspiratif dari SHEILA ON 7, NIDJI dan SHAKKAH setelah berfikir tentang beberapa pilihan hidup  dalam kurun waktu yang tidak singkat  tersadar sudah seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua yang sangat mencintai dan mendukungku dengan sepenuh hatinya.

Aku egois, dan aku terkadang benci terhadap apa yang aku fikirkan, aku ini siapa siih? Hanyalah seorang anak kecil yang belum memiliki apa-apa tapi sudah meminta apa-apa. Mau jadi manusia seperti apakah aku pada nantinya? Pendiam bukan berarti hidup ini selalu tenang tanpa hambatan.



“Untuk apa kamu menangis? Jika kamu yakin terhadap kemampuanmu, LAKUKANLAH….!!! “
Sekolah jauh berarti harus kembali dengan kesuksesan yang lebih jauh dari ilmu yang telah kau bawa sebelumnya.
Sewaktu aku kalas satu SMP aku sering menangis karena teringat masa-masa dirumah, rindu orang tua, temen-temen bermain dan lain sebagainya. Tapi aku kejogja punya tujuan yaitu membahagiakan kedua orang tuaku yang sudah banyak berkorban demi aku. Akhirnya aku berhasil membuktikannya, dimasa aku sekolah Allah telah memberikan kesempatan bagi aku untuk mengikuti beberapa event kejuaraan yang cukup bergengsi dan pada akhirnya aku menutup dipuncak sesuai dengan yang aku harapkan dan impikan selama duduk di bangku sekolah menengah pertama dan menengah atas. Aku berhasil berangkat ke NASIONAL  walaupun dipuncak perlombaan itu aku tidak memperoleh angka sama sekali atau dalam artian hanya hadir sebagai peserta tanpa menoreh kejuaraan. Dan aku bersyukur karena Allah telah menunjukkan jalan bagi hidupku.

Dibalik kesuksesan ku ini, selalu ada orang yang senantiasa mendukung aku, terutama ayahku, ibuku, dan saudara-saudaraku yang bagiku adalah segalanya, yang selalu sabar terhadap keegoisanku yang menyebalkan ini. Juga teman-teman aku yang selalu memberi semangat sebelum perlombaan itu dimulai. Terimakasih kepada seluruh kakak mujanibah aku kelas satu, mb tita, mb AS, mb bingar, mb UUL, mb azi, mb dhenis, mb nurlit, mb santi, mb umul, mb ayu….terimakasih atas bimbingan kalian selama satu tahun yang terkenang itu.

Waktu yang begitu singkat, tak tersadar olehku bahwa aku sudah menggantikan posisi kakak-kakak mujanibahku itu. Kini akulah yang menempati posisi sebagai senior tertua sebelum naik kelas enam dan mengikuti ujian kelulusan pembuka pintu harapan kita yang lebih tinggi. Di setiap season kehidupanku di sekolah yang berasrama itu, tak pernah terlewatkan olehku untuk selalu belajar dan mengembangkan hobby ku sebagai pengamat sosial terhadap setiap tingkah laku dan perkataan teman-tamenku dikeseharian mereka. Ternyata kami berbeda-beda, hobby setiap temen-teman juga bermacam-macam. Ada yang rajin sekali belajar, namun ada juga yang bermalasan tapi pada dasarnya sudah pandai dan selalu mendapat nilai yang baik. Hobby bersosialisasi, berorganisasi, mencari kesibukan sendiri  dikala waktu senggang yang dimilikinya sepulang sekolah. Dan diasrama itulah kami saling mengenal satu sama lain dan memahami apa yang seharusnya kami lakukan agar teman kami merasa senang berteman dengan yang lainnya. 

Tumbuh rasa empati terhadap teman, saling menolong saat ada yang membutuhkannya, menangis bersama adalah hal yang sangat wajar bagiku. Persahabatan, pengorbanan, kebersamaan yang baik, dan yang buruk. Keributan, saling mengejek dan apapun itu. Bagiku hidup ini seperti pelagi yang mempunyai banyak warna dan seperti permen yang mempunyai banyak rasa. Hal itu adalah wajar apa adanya sesuai nurani kita. Kini, kami sudah terpisah oleh waktu. Tidak ada hidup di asrama, tidak ada yang mengingatkan kami untuk shalat tepat pada waktunya, tidak ada yang menyiapkan makanan dikala kami sudah selesai sekolah, tidak ada antrian panjang untuk mandi, tidak ada saling titip beli siomay, bakwan kawi, batagor dan segala macam layaknya yang dulu kami lakukan hampir setiap hari dan menjadi suatu rutinitas ini. 

Dulu, kami selalu shalat berjamaah di mushola, namun kini hampir jarang sekali kegiatan wajib untuk shalat lima waktu ini berjalan di lingkunganku yang baru. Entah shalat atau tidak, aku tidak tahu atau bahkan tidak ingin tahu. Bayanganku tentang kehidupan kampus sewaktu masih berada di sekolah menengah berbeda dan berbeda. Dulu aku membayangkan bahwa menjadi mahasiswa itu enak bukan kepayang karena dalam satu hari saja hanya masuk beberapa mata kuliah, mungkin hanya satu atau dua saja, namun begitu aku menjadi mahasiswa barulah aku menyadari bahwa menjadi seorang mahasiswa itu harus rajin dan haruss bisa memanfaatkan waktu agar bisa mendapatkan ilmu yang sudah membutuhkan analisis sendiri dan juga berpikir kritis about everything.

Mahasiswa berbeda dengan siswa/i namun kami belajar untuk bisa mandiri dan terbuka untuk bisa menerima keadaan yang sedang kami hadapi. SEE YOU SOON AND KEEP FIGHT.
#GANBATTE NE!!!




1 komentar:

Dian Kurniasih mengatakan...

GOOOOOOOOOOOOOOOOOO.....
SEMANGAT, POTO AMA ROBOT YANG DI FILM DORAEMON BESOK, INYAALLAH SEBENTAR LAGI. AMIIINN :D

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar