"Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu tiap sudut menyapaku Bersahabat".
kamis sore, sepulang kuliah.
berantem dengan saudara sendiri karena meributkan jadwal berlibur ke kota yogyakarta. sama-sama lelah sehabis kuliah ditambah belum memesan tiket travel ataupun kereta api. hari kamis jadwal kuliahku memang full, dimulai dari pagi hari pukul 07.00-15.00 wib.
browsing diinternet untuk cari-cari alamat dan nomor telepon travel yang bisa dihubungi dan berangkat malam ini dari malang tujuan jogja jam 21.00 wib.
belum diizinkan untuk pulang malam ini dan terpaksa harus melaksanakan shalad idul adha dikota malang, sebenarrnya semua berada diluar dugaan.
dapat satu nomor dari seorang teman. ditelfon bukannya diangkat malah balik di SMS, sebagai seorang pelanggan aku merasa ragu dengan sikap pemilik travel. bukan hanya itu yang meyakinkan aku semakin meragukan hal itu, tapi dari kata-kata yang digunakan itu.
semua tidak berhenti disitu, browsing terus berlanjut hingga titik akhir. usaha mencari nomor-nomor travel terus berjalan dan akhirnya telfonku diangkat oleh seorang bapak yang mengatakan bahwa "travel untuk malam ini sudah penuh" akan tetapi beliau bersedia untuk mncarikan jasa travel yang lain.
tinggal menunggu konfirmasi dari bapaknya, siph. insyaallah bisa pulang kejogja malam ini :). nada hapeku berbunyi, kulihat siapa yang meneleponku
kali ini, dan ternyata itu adalah nomor bapak-bapak yang tadi aku hubungi. segera kuangkat dan sesegera mungkin kutekan tombol yang bergambarkan ganggang telepon, halo kenapa pak? bagaimana hasilnya? "maaf mb, semuanya penuh je. kalo besok pagi aja gimana sehabis shalat ied sekitar jam 08.00 wib-an?".
kali ini, dan ternyata itu adalah nomor bapak-bapak yang tadi aku hubungi. segera kuangkat dan sesegera mungkin kutekan tombol yang bergambarkan ganggang telepon, halo kenapa pak? bagaimana hasilnya? "maaf mb, semuanya penuh je. kalo besok pagi aja gimana sehabis shalat ied sekitar jam 08.00 wib-an?".
pertanyaan bapak itu sedikit membuat aku merasa kecewa dan menyesal karena tidak memesan tiket pada jauh-jauh hari sebelum hari H. berpikir dan berdiskusi sejenak dengan saudara kembarku dian, finally, untuk apa kami harus bertengkar lagi untuk masalah sesepele ini. untung saja tidak ada sesuatu yang begitu penting hingga mengharuskan kami ke jogja malam ini juga. keputusan untuk pulang kejogja adalah esok hari setelah shalat ied.
perjalanan panjang, kira-kira sembilan jam lebih jika menggunakan travel ditambah dengan pembangunan dan perbaikan jalan hingga membuat kendaraan yang aku tumpangi harus berputar dan mencari alternatif jalan lain.

0 komentar:
Posting Komentar