Senin, 22 September 2014

Diva dan Acil (Part 1)



Senin, 22 September 2014.

Pada pagi yang cerah dipersimpangan jalan disalah satu sudut desa, berbondong-bondong kawanan burung dengan kicauan suaranya yang sangat indah. Tidak begitu bising sehingga penikmat jalanan pun tidak dibuatnya begitu pusing. Lalu lalang masyarakat pedesaan membuat keakraban semakin hidup akibat beberapa obrolan yang mereka lakukan, mungkin seputar burung mungkin bukan.

Teriakan seorang anak kecil pagi itu membuat focus pembicaraan beberapa masyarakat teralihkan. Seorang anak kecil berumuran sekolah dasar  memanggil kakaknya yang sedikit jauh meninggalkannya didepan dengan mengenakan seragam Biru putih menunggang sepeda. 


“Kakaaak !!! jangan cepat-cepat, mari kita berangkat sama-sama, kakak lupa apa kata ibu dan ayah tadi pagi? Kakak harus tetap menjaga aku sampai aku tiba di gerbang sekolah kan”.

Jumat, 02 Mei 2014

(?)



Jumat, 02 Mei 2014

Pagi ini aku dan kelompok presentasi pelajaran dikelas, mirisnya kenapa ketika aku mengucapkan Basmallah dan Salam mereka tertawa, adakah yang salah dengan ucapanku? YaAllah, bukan maksud hati untuk menghakimi mereka secara sepihak, bukankah alangkah lebih baiknya mereka menjawab salam itu dengan baik? Karena seolah-olah apa yang terjadi pagi ini itu, seperti mereka sudah lalai dengan Mu. Bukankah hukum  dari menjawab salam itu wajib? Ataukah mereka lupa? Atau mereka sudah tidak ingin lagi memujiMu? Walau hanya sekadar mengucap salam?. YaAllah, bimbing kami dalam kebenaranMu YaAllah.

Itulah kenapa meskipun tidak semua orang menertawakanku, ada rasa sedih di hati ini akan tindakan mereka. Meskipun aku bukanlah orang yang sempurna di sisiNya, aku sadar bahwa kita semua adalah makhluk hina dihadapanNya, kita tidak memiliki kekuatan apa-apa jika bukan Dia yang menguatkan kita. Apakah kita sudah termasuk orang-orang yang tidak bersyukur? Naudzubillah. 

Ataukah mereka sudah terperdaya dengan kenikmatan hidup serta ilmu yang sudah mereka dapatkah? Wallahualam.

Selasa, 04 Maret 2014

IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)



Tepat mulai pada hari jumat, tanggal 28 Februari  saya beserta peserta yang lain mengikuti kegiatan DAD (Darul Arqom Dasar) di kawasan Batu, Barat kota Malang. Acara yang diselenggarakan oleh IMM UB itu berlangsung selama 3 hari 2 malam. Hingga tanggal 2 Maret 2014. Kegiatan disana tidak jauh beda dengan apa yang dulu juga di adakan dengan sekolahku ketika di Jogja, seperti pengisian materi dan lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Sampai pada hari terakhir barulah kami melakukan sedikit kegiatan di luar dengan melakukan berbagai permainan.

Mulai tanggal 2 Maret 2014, saya beserta teman-teman dikukuhkan menjadi kader Muhammadiyah yang bergerak untuk amar ma’ruf nahi munkar. Disana sangat menyenangkan, dingin, sangat dingin meskipun kami sudah memakai jaket yang dibilang lumayan tebal. Selain itu, juga tertanam berbagai macam bibit tanaman seperti bunga, sayuran yang biasa di jual dipasar juga pemandangannya yang sangat cantik. 
Pemandangan Malang dilihat dari Batu saat malam

Lokasi yang dikelilingi oleh tanah menggunung tinggi

Bukit-bukit penyejuk pikiran


Padatnya kegiatan yang saya ikuti dan dengan kesenangan serta insyaallah ikhlas sudah membuat saya lupa dengan rasa lelah, dan insyaallah kegiatan itu bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Aamiin. Dengan keikutsertaan ini, saya merasa sudah tidak lagi sendiri dan tidak merasa sepi karena mereka para senior sangat baik dan ramah pada kami. Semoga dengan itu, kami bisa belajar bersama untuk sama-sama menjadi baik dan layak untuk di contoh. 

Awal setelah saya bertemu dan berkumpul mengikuti kegiatan yang mereka adakan pra DAD, saya sudah merasa nyaman dengan sikap mereka yang friendly. Selain alasan itu, juga karena mereka sangat berpikir kritis untuk Indonesia yang lebih baik, dibalik dari Mars IMM nya yang sangat berarti dalam terhadap kemajuan bangsa ini. Seperti inilah Mars IMM yang sekarang sedang coba saya hafalkan dan resapi. Dem dem…

Mars IMM
Ayolah Ayo-ayo…
Derap derukan
Langkah
Dan kibarkan geleparkan panji-panji
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Sejarah ummat telah Menuntut Bukti

Ingatlah Ingat-Ingat…
Niat tlah di ikrarkan
Kitalah sendikiawan berpribadi
Susila cakap taqwa kepada
Tuhan
Pewaris Tampuk Pimpinan Ummat
Nanti

Reff:
Immawan dan Immawati
Siswa teladan Putra harapan
Penyambung Hidup generasi
Ummat islam seribu zaman
Pendukung cita-cita luhur
Negri indah adil dan makmur

Untuk itu, saya akan sedikit menuliskan kisah ini supaya nanti saya tidak lupa. Heehe.

Dua hari pra DAD dimulai, kami baik panitia maupun peserta berkumpul di salah satu sudut ruang di Gedung Widyaloka UB. Disana kami mendapatkan dua lembar kertas yang berisi beberapa surat yang harus kami hafal untuk selanjutnya kami setorkan kepada pendamping di lokasi, kemudian kami juga harus mengisi lembar yang berisikan biodata singkat juga tugas Essai yang harus kami dikerjakan.

Pas pada hari jumat, sepulang kuliah jam 3 sore. Masih terbayang kalau nanti berangkat bareng-bareng naik angkot. Tapi, setelah dipikirkan terus akhirnya saya memutuskan untuk naik sepeda motor. Setelah shalat magrib di kos, saya berangkat ke Masjid Al-khoirat, awalnya malah mau dari depan McD karena salah seorang teman menjanjikan untuk berangkat bersama dari depan McD, tapi tak lama setelah ia mengatakan itu, ia memberikan kontak yang harus saya hubungi jika ia sulit untuk dihubungi. 

Akhirnya, setelah shalat isya berjamaah di Masjid Al-Khoirat, saya, Dian, Mb Ririn, Mb Nurika, Adam, dan Farit berangkat dengan masing-masing berboncengan. Sesampainya disana sebenarnya sudah terlambat, tapi tidak apa-apa karena lokasi yang cukup jauh juga karena ada diantara kami yang kuliah sore jadi baru bisa berangkat setelah Isya.

Sama halnya dengan hari pertama,  hari kedua pun diisi dengan beberapa materi dari instruktur kelas maupun pemateri DAD. Untuk waktu istirahat, saya rasa sama saja antara peserta dan juga panitia, kami merasa sangat kurang waktu untuk tidur. Selain materi didalam kelas juga selalu diadakan shalat Dhuha dan Shalat Tahajjut bersama di Mushola, dan setelah shalat wajib kami para peserta bergantian mengisi tausiyah sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati saat kontrak kelas oleh MOT.
Salah satu foto saat materi berlangsung

Barulah pada hari ketiga, kami mengikuti kegiatan diluar kelas. Kegiatan itu dibagi menjadi empat kelompok dari peserta. Dua kelompok perempuan dan dua kelompok laki-laki. Pemainannya sederhana dan cukup menyenangkan, tidak terlalu berkotor-kotor tapi asik. Setelah selasai bermain di alam, barulah kami para peserta juga panitia berfoto bersama.
Peserta outbond sebelum berangkat
Foto bersama Panitia kegiatan
 
Pesertanya masih kurang ini
Bismillah, semoga kami dapat menjalankan amanah yang telah kami emban ini dengan sebaik-baiknya dan dilancarkan untuk menjalaninya. Aamiin.