Senin, 09 November 2015

"Perjalanan - dinol"

PERHATIAN!
Dalam tulisan ini, kemungkinan besar akan menggunakan bahasa “sahabat” yang tidak biasa dari biasanya. Jika tidak berkenan membaca dipersilahkan untuk undur diri dari sekarang. Sebab, bacaan tidak pernah memaksa untuk dibaca!


 “Hidup itu sebuah perjalanan, perjalanan cerita yang kita nggak akan pernah tahu kemana arahnya. Tapi perjalanannya selalu mengikuti arah kaki kita melangkah”

“Mimpi yang membawa kita semua menikmati indahnya hidup”

“Mimpi terus, sampai Tuhan memeluk mimpi kita”
(Abimana Aryasatya & Lukman Sardi Ost Laskar Pelangi)



Kaki yang selalu melangkah!
Dony dan Ari (Pak Ketua HMJ Polsri)


Bye-bye, huhuhu
Haaaiii….!!!

Plat BG, Rabu – 4 November 2015! Palembang.

Sore hari waktu setempat – 16.45 wib!

Selamat sore semuanya? Apa kabar? Apakah kalian sudah cukup bahagia hari ini? Semoga cukup, yaaaa….


Ciao! 
Sebetulnya tulisan ini dibuat tidak dalam satu waktu, melainkan dari beberapa waktu dan tempat berbeda, akan tetapi memang start tulisan ini dilakukan pada sore hari di dalam kamar selepas melakukan presentasi LKTI pada hari Rabu, tanggal 4 November 2015 di Kampus Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang.


Graha Pendidikan Polsri
Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwasanya kemungkinan besar dalam tulisan ini akan menggunakan bahasa yang tidak biasa dari biasanya, makanya sedari awal saya mencoba untuk bertanya “masih beranikah Anda meneruskan bacaan ini?” Jika Anda masih berani, mari kita berjalan bersama menelusuri lorong perjalanan kehidupan saya dan tentunya bersama saya. Sebagai hadiah akan keberanian Anda, maka saya secara pribadi akan memberikan hadiah dengan ucapan BIG THANK YOU and have a spectacular day! My best wishes for you for everything, everywhere, everytime…..


Brawijaya's - Fuurinkazaniz!

First of all, Thank You Allah SWT yang telah memberikan kesempatan, rahmat-Nya, Ridho-Nya kepada saya dan rekan satu tim untuk berpartisipasi dalam LKTI 2015 (Lomba Karya Tulis Ilmiah 2015) yang masuk di dalam rangkaian acara KAKTUS 2015 (Kompetisi Akuntansi dan Karya Tulis 2015) yang diselenggarakan di Politektik Negeri Sriwijaya, Palembang.

Second, thanks to my big family dimanapun berada. Atas segala doa, full support dalam segala bentuk pengembangan bakat yang sedang dalam proses saya lakukan. Kebesaran hati menerima hasil di setiap saya ditimpa kekalahan di beberapa tournament, dan hiburan penyemangat pemberi motivasi yang telah diberikan agar bangkit kembali. BIG THANK YOU and I LOVE YOU….

Third, thank you to all my friends yang tersebar dimanapun (Jogja, Malang, Pekanbaru, Rengat, Lampung, Solo, Semarang, Surabaya, Jepang) dan masih buanyak lagi. Kalian superrr pemberi motivasi bagi perjalanan hidup ini. Terimakasih banyak, karena tanpa kalian pasti saya semakin bukan apa-apa. Terimakasih atas motivasi yang sudah kalian tularkan pada saya yang kecil ini – kalian supeeeeeerrrrr….!!!! I LOVE YOU, GUYS!

Ayah saya pernah bercerita tentang kekayaan. Bagi Ayah, kaya itu tidak dilihat dari kuantitas besarnya jumlah materi yang kita miliki. Baginya, “Kaya itu, ketika kita punya banyak teman – yang artinya kita memiliki banyak saudara”.

Mungkin benar jika kita memiliki banyak kekayaan materi kita akan hidup bahagia, tapi Ayah tidak mencukupkannya disitu. Akan tetapi kebahagiaan Ayah adalah ketika dapat hidup bersama-sama dengan orang lain dalam keserhanaan, karena hal itu akan jauh lebih membahagiakan dan kita akan paham makna syukur yang telah Allah berikan pada kita.

“Aku masih banyak belajar dari Ayah, mencoba menelusuri rel perjalanan dan perjuangan Ayah untuk benar-benar memahami besarnya makna syukur”
Segini ni bawaannya. Alhamdulillah pulangnya nambah beberapa! Kikikiki
Untuk melakukannya kepada banyak orang, saat ini saya baru hanya bisa mengucapkan terimakasih secara lisan dan melalui beberapa pesan singkat yang beberapa kali saya luncurkan.

Entah apa yang terjadi pada diri saya, kenapa saya begitu hobi mengatakan dan menuliskan kalimat “Terimakasih / thank you / big thanks / Arigatou / Merci Beaucoup / suwun” daripada yang lain.

Terimakasih kepada Keri Pranata, yang telah mengajak dan menggabungkan saya dan kembaran saya dalam tim, yang artinya kami berdua kembali menjadi fighter dalam sebuah event besar setelah beberapa tahun tidak lagi dilakukan.

Heeemb, sepertinya jika cerita ini saya buat dengan kalimat “formal” terus, akan sangat membosankan, ya? Oke! Mari kita mulai perjalanan ini dengan cara yang sesungguhnya! Are you ready, guys?!?!

Perkenalkan, nama saya Dina. Sedari kecil Ibu dan beberapa saudara saya memanggil saya dengan nama “dinol”, saya sangat senang nama itu, hehehe. Makanya hampir semua media sosial yang saya miliki pasti menggunakan nama dinol.

Dinol juga merupakan nama panggilan bagi anak laki-laki dari anak teman baik ayah saya. Tapi masnya pakai “U” (Dinul) dan saya “O” (Dinol). Saat ini mas Dinul sedang dan masih di Jepang untuk meneruskan pendidikannya di beberapa tahun kedepan – Alhamdulillah masnya sudah berkeluarga dan di Jepang telah hidup bersama dengan pangeran gantengnya juga bidadari yang setia menemani perjalanan keluarga kecilnya yang bahagia. 
Tari penyambutan tamu yang dibawakan oleh Miss Indonesia 2015 - kategori Miss berbakat! Mahasiswi Polsri

What are you looking for, huh? 

My Plane! Hihihihi

Let's flying with me!

Buat LPJ-an, coy
Brotha Keri Pranata

Me as Dinol ehehe

Sista Dian Kurniasih
Sultan Mahmud Badaruddin Int' Airport, Palembang
Terimakasih kepada pak Dokter (Agung Sudomo) adek kandung mas Dinul - Bapak Dokter Hewan jebolan IPB! Tahun 2012 ketika saya akan memasuki dunia perkampusan, saya membaca beberapa tulisan mas Agung di blog. Hasilnya, ketika saya mencoba menulis dan memostingkannya di blog saya, saya meminta mas Agung  untuk membacanya dan menilai tentang tulisan saya – dan diteruskan dengan penilaian yang membangun mulai dari layout, template, bahkan asumsi dari tulisan yang saya buat. Terimakasih banyak Abang…. J



Terimakasih buat Mbk Nukiiiiii….!!!

Kakak satu yang udah punya pengalaman “GILA” dua kali ke Jepang semasa jadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Saya sangat senang dan berterimakasih karena mbk Nuki – meskipun sangat sibuk dengan seabrek tugas dan laporan kuliah sebagai mahasiswa Geografi – masih mau meluangkan waktunya untuk menulis dan memostingnya di blog! Jujur saja, waktu itu saya sangat menunggu cerita “pengalaman” terbaru mbk Nuki, karena “saya masih terikat dengan peraturan asrama dan dalam sebulan hanya diperbolehkan pulang satu kali – pulang ke kosan – dan asrama memiliki peraturan dilarang membawa alat komunikasi ataupun elektornik – yang membuat saya mengandalkan untuk pergi ke warung internet terdekat dari asrama untuk mendapatkan akses informasi. Terimakasih karena sampai sekarang masih memanggil saya dengan sebutan “Kembar Junior” – soalnya dulu di kost ada dua pasang anak kembar – Dian Dina (duo kembar yang sering kabur dari asrama) dan Ika Ike tentunya senior saya di kosannya mbk Pix, Pondok Dzalila.

Mbk Restiiiii, kakak yang gak kalah kece karena udah exchange ke Rusia! Makasih atas cerita-cerita sangar yang dibuat dan dibagikan di blog! Kakak dari teknik arsitektur spesialis bidang PWK UGM (Perencanaan Wilayah Kota) yang hobi nyanyi – kebetulan kita di Jogja tetanggaan kamar – kamar Mbk Pix dan Mbk Resti sebelahan pas. Meskipun saya terbatas buat pulang ke kosan – untuk saling mengenal satu sama lain ada banyak cara, salah satunya blog! Big thank you, sistaaaa….

Ibu Dosen, hohoho…

Mbk Raraaaa, kakak yang sekarang udah jadi Dosen di Semarang! Kakak jebolan jurusan Bahasa Indonesia UGM!

Makasih yeh, mbk. Mbk yang begitu saya ke kosan “selalu” setia sama keyboard alias sibuk entah ngapain di depan laptop! Terimakasih atas kisah dan sastra yang sudah dibagikan di blog! Kakak satu yang selalu siap sedia mengulurkan tangannya mengantar saya dan kembaran ke stasiun – karena keterbatasan tenaga mbk Pix mengantarkan adek kembarnya yang jarang terpisahkan – meskipun hari hujan!

I LOVE YOU kakaaaak, kaaaakaaakk….

My big thank you, buat mbk Opix! Kakak saya yang kedua yang selalu ada buat semua adek-adeknya! My love to you~ is so big and strong sistaaaaa…. Mari rangkaian mimpi kita diatur dan dirapikan! Mbk Opix, you are my everything! Terimakasih telah tumbuh bersama dan banyak  membimbing saya dengan langsung merasakan dan melakukan. Terimakasih telah menunggu saya di Rumah Sakit kala saya sakit demam berdarah dengan trombosit yang “gak banget” sampe rela meninggalkan kelas ujian bahasa inggrisnya. I’m sorry, karena tahunya pun baru-baru ini. Terimakasih karena telah memberikan saya kesempatan menjadi driver setiap balik ke Jogja. You know me so well lah, kaakaakk… I LOVE YOU.

Terimakasih karena dukungan penuh yang kau berikan agar aku dapat terus melangkah dan bangkit, nasihat-nasihat disetiap aku kalah dalam tournament dan segalanya…

Terimakasih buat semua pihak – teman – sahabat – saudara yang telah memberikan pengaruh positif dalam kehidupan saya, kalian sangat banyak dan kaliaaaann suuupeeerrrr menginspirasi…!!! (Mohon maaf karena tidak mampu saya sebutkan).

2015! Thank you so much for all spectacular experience in my life…!

Sabtu, 31 Oktober 2015 adalah waktu pengumuman dari proses seleksi penerimaan naskah/paper yang dikirimkan dalam perlombaan LKTI Polsri (Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang). Sedari pagi – sore hari, saya dan saudara kembar tidak berada di kosan. Kami berdua keluar dan menghadiri wisuda salah satu teman kami setelah berbelanja kebutuhan hidup, hehehe…

Dilokasi – kampus tempat wisuda dilaksanakan, saya bertemu dengan Keri - laki-laki GILA* yang menurut saya gak pernah lelah dan selalu saja ada bahan yang mau dibicarakan – dengan siapapun. Bahkan tak jarang saya dan Keri sering kelihatan “rada berantem” gegara hal sepele – tepatnya bukan berantem, tapi adu pendapat kali yeh. Hohohhoo….

Disana dia banyak cerita dengan kembaran saya, karena mereka saya tinggal shalat Dzuhur – efek nunggu artis yang diwisuda lama beeeettt….!

Keri meminta untuk selalu cek email, karena panitia akan mengumumkannya juga via email – Keri terkendala dengan jaringan – wifi only dan hape tidak mengaktifkan paket internet. Kantong hemat – melatih menjadi mahasiswa cermat.

Malam hari, selepas shalat Isya – hape saudara saya berdering yang  isinya mengabarkan bahwa paper yang kemarin diajukan lolos seleksi dan diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap selanjutnya, yaitu presentasi.

Dengan diloloskannya paper, menandakan bahwa kami harus melakukan registrasi pendaftaran peserta. Nah, berhubung hari itu selepas menghadiri wisuda salah satu teman, Keri pulang ke tanah kelahirannya – akhirnya kami berbagi tugas untuk tahap-tahap yang akan kami lakukan selanjutnya demi Palembang – Tour de Palembang! Hehehe…

Malam itu juga, saya dan kembaran – berusaha mencari ATM terdekat sekalian mau cari makan. Pas diawal, urusannya rada rempong. Soalnya Keri bolak-balik kirim pesan yang meminta kita buat ngisi ini-itu lah demi kepentingan administrasi dan penginapan disana.

Nah, yang bikin rada terkejut adalah ada tulisan di salah satu prasyarat peserta bahwasanya peserta lomba maksimal semerter 5. Busyet! Gua semester 7 sekarang. Udah siap-siap mau bayar biaya pendaftaran, coy! Lalu gua harus terus melangkah demi temen cowok gua, Keri ataaauu gua gak jadi bayar?!?

“TIDAK” mimpi itu perjuangan yang harus diperjuangkan dalam setiap langkahnya, kami sadar ini adalah mimpi bagi semua mahasiswa. Mencari teman dari seluruh kampus yang tersebar di beberapa wilayah di belahan bumi Indonesia tercinta.

Saya, menghubungi Firda (via telepon ataupun pesan singkat) – salah satu panitia KAKTUS 2015. Karena udah keseringan ngirim SMS dan sekarang pengen cepet dapet jawaban dan efek kemaleman, akhirnya malam itu juga saya telepon Firda buat nanyain “bener gak ini mahasiswanya harus maksimal semester 5?” awalnya dijawab “iya, bener” tapi gak lama berselang – saat saya masih beli makan – hape saya nyanyi trus pas saya angkat dan berkata hallo – pihak seberang bilang “gak papa, kak. Pesertanya boleh semester berapa aja yang penting masih aktif sebagai mahasiswa dengan dibuktikan penunjukkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Alhamdulillah, okay! Let’s goooo…! Cari ATM buat transfer biaya pendaftaran peserta. Akhirnya selesai juga – dan kita telah berada dalam zona “peserta LKTI Nasional” di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Bismillah….

Minggu, 1 November 2015 (perjuangan satu bulan, coy! Ahahaahaha…)

Saya akan mengakui kesalahan dan menganggapnya ini sebagai pelajaran berharga yang memang bener-bener harus dihargai sepenuh hati.

Setelah hari Sabtu, urusan administrasi pendaftaran sebagai peserta sukses kami lakukan, hari Minggu adalah hari yang sangat penting karena akan menentukan “kita bisa berangkat atau tidak”. Pesawat!

Ahaha, perjuangan betul…!

Kenapa begitu? Iya, saya tidak akan berkhianat pada diri saya sendiri. Saya mengakui saya salah – tapi saya juga mengakui bahwa diri saya tidak sepenuhnya dapat disalahkan – PAK POLISI! J

Siang itu, dihari Minggu. Saya dan saudara saya berangkat untuk membayarkan tiket pesawat yang telah di booking beberapa jam sebelumnya di ATM terdekat – paling deket sama kosan. Akan tetapi, dari beberapa box yang kami masuki, transaksi kami sukses tidak berhasil. Tulisannya begini “mohon maaf, kartu Anda tidak terdaftar” WHAT?!? Inikan ATM bersama, harusnya bisa dong, yaaa….

Yaah, nasip dah. Akhirnya kami harus cari ATM lagi. Berhubung ATM kita (twin) adalah BRI Syariah – biar lebih bisa ngemastiin transaksi akan berhasil, kami berangkat cari ATM BRI Syariah – tapiiii, apa gerangang yang terjadi? ATM TIDAK MEMIHAK PADA KITA, karena ATM-nya rusak dan lagi dibenerin sama bapak tukangnnya, huhuhuhu…. Padahal waktu nya mepet beettt yang cuma dibatesin sampai jam 12.22 wib.

Saya bertanya ke Bapak Satpam yang lagi berjaga di sana. “Selain di sini, ATM BRI- Syariah yang lain ada dimana, ya pak? Yang paling deket lah sama sini, gitu?” “Ada di jalan pelajar, mbk. Dekat Ramayana Mall, daerah pasar besar” kata si bapak.

Okay! Sangkyou very much, bapak.

Whuuusss, segera saya meluncur! Tapi yang namanya rencana Allah lebih indah, tetep aja. Hal indah didepan mata buanyaaak buanget! Macet, coy! Mobil betumpuk ngatri, diselingi roda 2 dari berbagai merk dan kelas (Kelas roda 2 bermesin, dan kelas sepeda berkayuh). Hohohho…

Alamak, nasib dah ini tiket bakalan hangus dimakan waktu yang gak pernah bersalah! Waktu hidup gua tinggal 4 menit lagi buat bisa berangkat ke Palembang dengan tiket bookingan pribadi. Oh My Lord, please help us!

Teng tonggg! Time is over, over, over! Selamat yaaah, tiket Anda sudah hangus – hahahaha…

Kurang di “ajar”, gua diketawain sama waktu, sama jalanan, sama mobil-mobil, sama motor, bahkan sama sepeda, sama bangunan disepanjang jalan, bahkan bangunan yang pada ngumpet seolah-olah berlarian lihat wajah gua yang udah kecewa banget dan menyalahkan diri sendiri! Bener-bener, yaaa…

Keringat gua bercucuran, tapi belum sebanyak keringat diepisode selanjutnya, coy!

Saya akan berangkat dengan tim! Nasib kami masih ditangan saya dan saudara saya. Dengan tekad penuh perjuangan, hohhoho… saya tetap saja melanjutkan perjalanan saya untuk ATM, demi ATM. Hyahayahayah….

Berkali-kali saya bertanya pada “orang yang bisa ditanyain dan berharap dapat menjawab dengan benar dimana lokasi ATM BRI Syariah berada”, ternyata para aktor yang saya tanyai, tidak semua bisa menjawab pertanyaan simple saya dengan tepat sekali jawaban. Ohhh Tuhaaaannn, tolonglah hamba ini, berikan kekuatan kaki dan mulut juga hati untuk bersabar – BTW, kan tiketnya udah hangus, brooo… kenapa masih panik?!?

Gua gak panik kali, cuma gemes aja. 

Yasudah, perjalanan dilanjutkan kembali. Dibalik rasa “udah mau nyerah” keajaiban Tuhan untuk menguatkan tekad menghujani hati di hari ini”, elu harus bisa ngehargai peluh elu, perjalanan elu tinggal sejengkal lagi! Elu harus jalan lagi sekarang!.

Yeay! ATM nya ketemu! Alhamdulillah, akhirnyaaaa….

Nanti saya bisa pulang, booking tiket lagi terus bisa bayar langsung disini. Tettt tooottt!!! Nasib elu di tangan Tuhan, bray! ATM nya kagak bisa dipakai karena rusak. Ada tulisan penyambutan elu masuk ke ATM juga kagak, gimana elu bisa narik ato transfer duit buat bayar tiket. Hahaha…. SIAL! Gua diketawain mesin ATM!

Berhubung memang mesin ATM lagi pada rusak, akhirnya saya keluar juga dari box itu. Makasih loh yaaa, kamu sukses membuat saya kejar-kejaran sama semangat yang fluktuatif!

Cobaan belum selesai, coy! Setelah ngambil motor, gua sekarang harus berhadapan sama bapak-bapak polisi! Ya Tuhaaaannn….

Iya saya salah, tadi sempat kesal dengan beberapa orang yang gak ngerti alamat lokasi ATM. Tapi kenapa sekarang harus pejabat pemerintah yang gua hadapin, bejibun gile lagi jumlahnya…!

Dalam opisode ini : “Dinol di suruh mampir ke pos Polisi… Ehehehe

Pak Polisi       : Eeeh, sini… siniiii menepi….
Mbk ini satu arah ya?, mana SIM?

Dinol            : Ada, Pak. (buka dompet – cari SIM. Yang mau dikasihkan KTP), Eh, mana sih SIM-ku, hehehe…   

Dian             : Iki, loohhh…, Yaampuun (dengan wajah banyak kesal dengan saya – karena semua hal konyol ini).

Dinol          : Ehehe, ya maap. Akukan gak pernah berurusan dengan polisi sebelumnya (Kecuali bayar pajak).

Pak Polisi   : Sini, masuk dulu ke post (sambil ngebawa SIM saya) – beruntung dah si bapak menjadi orang pertama (polisi) yang pegang SIM saya setelah dipegang sama pembuatnya. hohhohoho

Dinol & Dian   : (Laaah, nurut aja…)

Yang terjadi di dalam post adalah kami saling berdebat satu sama lain. Aku yang pengen cepet-cepet motor ku balik ditangan dan bisa pulang kekosan untuk meneruskan dan merampungkan cucian yang dari pagi gak selesai-selasai.

Dan para Polisi yang masih betah nyalahin saya yang berani-beraninya nerabas one way, dan yang terparah lagi gak bawa STNK… wkwkwkw

Oh Tuhaan, nasib baik betul saya hari ini.

Tiket hangus, tanya ATM ke orang kaga cepet dapet jawaban, kejebak macet, dan sekarang gua berhadapan sama 6 bapak polisi… LENGKAP!

Saya mahasiswa tingkat akhir – belum terlalu akhir, coy! Pintu gerbang menuju keakhirannya baru dibuka, dan saya masih ngintip-ngintip lihat didalem sono sebenernya ngapain – ngerjain skripsweet, ketemu dosen buat bimbingan, baca banyak buku dan blaaa blaaa blaaa…

Terimakasih kepada beberapa Dosen dan rekan seperjuangan saya atas ilmu dan strategi debat “defending argumentation” yang sudah diajarkan pada saya. Akhirnya setelah melalui proses yang panjang, dengan keringat yang ngalirnya kaya air keran. Kocos-kocos terjun ke lensa kacamata karena saya harus lari beberapa kilo meter mencari kendaraan yang bisa mengantarkan saya pulang ke kosan untuk mengambil STNK saya, dan terimakasih kepada Tetangga kamar terdekat saya (Putri) yang telah menjadi malaikat penolong saya untuk mengantarkan saya kembali ke post polisi memerlihatkan STNK dan mengambil motor Ayah saya yang lagi dibawain ke anaknya yang lagi di Malang.

Untung “mantan” atlet ahahahahaaa…

“Hargai peluhmu, usahamu, dan gandenglah mimpimu dengan riang gembira!”

Urusan tiket selesai karena kita minta tolong mas Mansyur buat mesenin dan beliin tiket pesawat! Salah satu rangkaian dari rencana terindah Allah agar kita (twin) kembali menghubungi pahlawan yang telah memberikan kami tumpangan tempat singgah selama melakukan kegiatan Pratik Kerja Nyata (Magang) beberapa bulan yang lalu. Duomo Arigatou Gozaimasu, Senpai…!!! Alhamdulillah…

Senin, 2 November 2015.

Efek lari sprint dihari Minggu baru ngefek pas hari Senin, huwahaha…

Badan guaaaa, sakit semuaaaa…!!!

“Pelarian saya masih panjang - saat ini, hari ini, pagi ini, seharian ini, kesempatan ini – tugas kami adalah mencoba mencari “sponsor dana” dari kampus”. Kita kejar-kejaran banget sama waktu. Ibarat nyawa kita cuma sampai jam 4 sore! Waktu kantor…

Tenang, tenaga kita masih prima kok! Kita punya mimpi yang sama – jalan – jalan di Palembang sama temen-temen baru. Hohhohooo….

Setelah bolak-balik dan berjam-jam dikampus mencari “orang penting”, akhirnya jam 4 tinggal dihitung jari aja. Time is over for you, guys! Bismillah, dengan dana yang telah terbawa, insyaallah besok pagi (Selasa, 3 November 2015) kami (tim) siap berangkat dan berjumpa dengan orang-orang super di Palembang!

Selasa, 3 November 2015

Serius?!?! Sekarang?!?

Tadi aku baru tidur jam 2, dan sekarang jam 4.30 aku bangun buat shalat Shubuh – lepas itu mandi, dan sekarang aku ribut ngebangunin temen kosan buat minta pertolongan – anterin kebandara yak, Diniiiii cantiiikkkk, Nita baaaiiikkk… ehehehe

Love you dah, ahihhihihihi…


Sinau, sek!
Dibandara :
Keri sukses bikin saya bangkit dari tempat duduk dan jalan-jalan hilir mudik gak jelas karena dia lama beeett dateng ke bandara (Kinestetik – )

Gak lama setelah Keri dateng, kami dipersilahkan untuk masuk pesawat. Bismillah, lembaran baru dihari baru akan kita ukir bersama. Mari berikan ukiran terapik untuk mereka-mereka para terbaik di Indonesia! Kami siap, kawan. Sangat siap!!!

Penerbangan Malang – Jakarta lumayan….

Nice flight, giliran sekarang kami harus menunggu di Halim Perdana Kusuma Int’ Airport, Jakarta. Selama 7 jam ahahahaa… lama juga yaaa


Serius? Entah.
Mayanlah, lumayan cekut-cekut kepalanya!
Pindah? (lagi)
Tapi gak papa, saya sangat suka dengan perjalanan, sepertinya teman saya yang lain juga menyukainya. Berhubung waktunya masih lama banget dan kita sampai di Halim itu sekitar jam 9.32 wib, dan jam terbang kita lagi jam 18.10, makanya kami bertiga jalan – jalan dulu diluar. Makan siang di Indom**** dan shalat Dzuhur Ashar di Mushola bandara.
Krucuk-krucuk perut kita, ini makannya - Pas kemarin doang ding.
Setelah dirasa cukup dan kita butuh “udara sejuk” – AC (Air Conditioner), akhirnya kami memilih untuk menunggu di dalam saja. Didalam, kami sedikit membaca – belajar presentasi – belajar ngomong – dari paper  yang telah dikirim dan diprint di rumah.

Untungnya di dalam ruang tunggu Halim ada book store-nya, jadi begitu bosan menunggu dan membaca – saya bisa jalan – jalan ke toko buku. Begitulah saya, paling gak betah buat duduk dengan durasi waktu yang lumayan lama. Onoooo wae gaweane… J

Jam udah mepet ke jadwal penerbangan pesawat “ku” ahahhha, berkemas, coy!

Masuk – berdoa – berangkat – sampai – Alhamdulillah – dijemput LO – Alhamdulillah…

Perkenalkan, nama LO saya adalah Muhammad Stella. Mahasiswa aktif jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Stella punya partner baik, namanya Heru Riski, mereka satu jurusan dan sangat baik pada kami. Eheheehe

Thank you, guys! You know us so well banget, dah!

Setibanya kami di Bandar Udara Sultan Mahmud Badarrudin II, Palembang. Tanpa menunggu lama kami delegasi Universitas Brawijya sudah dijemput oleh LO kami. Kerennya mereka adalah, ”mereka terlalu khawatir kami sangat lelah” dari pagi sampai malam, coy! Gimana enggak? Kita baru sampai penginapan sekitar jam 9 malem, dan buat masuk kamar pun kita kudu muter-muter, naik turun keluar masuk lift – minta tolong bagian resepsionis buat ngebukain pintu pake kunci serep – padahal besok pagi acara sudah dimulai dari pagi sekali”. Dan kalian tahu? Didalam satu kamar hotel yang saya tempati, berisikan 3 orang. Ketiga orang tersebut menggunakan 4 alfabet yang sama, yaitu D.I.A.N – D.I.N.A – dan D.A.N.I. Hohohoho… (Berkesan!!!).

Back to our LO!

Kesediaan mereka membawa barang kita yang mereka sendiri bilang “inikan kewajiban kita sebagai LO”, Whaaaww… baru kali ini sepanjang saya punya LO, barang peserta di bawain sama LO! Biasanya mah diujung acara, saya udah lupa siapa nama LO saya dan wajahnya yang mana. Ehehehe… you did so well Stell, Her!

Dan yang paling berkesan buat saya adalah, diwaktu saya mengantri menunggu tas hitam saya yang saya titipkan di bagasi bawah. Dengan tiba-tiba ada seorang ibu dibelakang saya yang memegang pundak saya sambil berkata “dari SMA mana, dek?” spontan saya menoleh dan menjawab “saya dari Universitas Brawijaya, bu…”, yang langsung dilanjutkan dengan pernyataan ibu “semester 3, ya?”, ehehehee…. Senyum saya melebar di dalam hati, iyes! Gua masih kelihatan sangat muda – Anak SMA, semester 3 pula waktu dibilang masih jadi mahasiswa.

“Bukan, buu… saya sudah semester 7 sekarang, ehehe”. “Loh, trus mau ngapain disini?” tanya ibu itu…

“saya mau lomba, bu…” jawab saya.

“Lomba dimana, anak saya kuliah di Unsri (Universitas Sriwijaya, Palembang) 1, semester 5 sekarang – kedokteran” yang satunya di Semarang, semester 3 (Undip)”. Kata si ibu…

“saya mau ke Unsri, bu…”, sambutku.

Baiklah, sebelum berpisah dengan ibu yang masih menganggap saya anak SMA itu, si ibu bilang “sukses ya lombanya”. “Iya, bu… Insyaallah. Semoga yang terbaik, aamiin…”.

Jika diingat saat ini, saya telah salah menginformasikan bahwa saya dan tim akan berlomba di Unsri. Tapi realitanya, kampus Polsri letaknya memang “pas” dibelakang kampus Unsri. Jadi, maaf ya buuu… saya salah sebut ternyata. Terimakasih bu, untuk doanya, Alhamdulillah mendapat yang terbaik.

Sebelum prosesi presentasi, adalah hal yang menegangkan. Jujur saja ini adalah pengalaman perdana saya dalam ajang berlombaan Karya Tulis Ilmiah yang berhasil saya ikuti.

Pembukaan acara yang dibacakan surat Ar-Rahman, mengembalikan saya pada kota Malang beberapa hari yang lalu – karena surat Ar-Rahman baru saja selesai saya baca H-1 sebelum pemberangkatan ke Palembang. Saya kembali berpikir, untuk apa saya kesini? “Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” demikian arti dari ayat dalam surat yang bacaannya beberapa kali diulang-ulang. Artinya, saya harus bersyukur telah diizinkan untuk menginjakkan kaki di Kota ini dan berpartisipasi dalam sebuah perlombaan besar. Alhamdulillah…

Tegang! Saya tidak sanggup berbohong pada diri saya sendiri.

Jujur, saya sangat tegang. Dan ini adalah kali pertama dalam turnamen yang saya ikuti, saya pergi tanpa seorang pendamping yang dapat mengarahkan dan memotivasi diri saya. Hal yang bisa saya lakukan saat itu (Rabu) adalah menyugesti diri saya secara mandiri, banyak berkata dan berdialog dengan diri sendiri bahwa saya bisa menjalankannya dengan baik, bahkan sangat baik. Saya pasti bisa! Ponsel saya offline! No communication with others, kecuali Ayah, Ibu, Kakak, dan Adik saya via pesan singkat SMS. Pun sesekali saja.

Kunyalakan ponsel, kupasang earphone, kunyalakan beberapa lagu, kupejamkan mataku dan mulai berdialog dengan diri sendiri. “Aku pasti bisa”.

Giliran waktu presentasi, pribadi saya menyadari bahwa presentasi saya masih jauh dari kata bagus. Namun, paling tidak saya sedikit tidak mengalami kebingungan dan terbata-bata dalam berbicara di depan ke-3 juri yang ada didepan saya.

Cucuran keringat Keri, gak berhenti-berhenti – bahkan setelah dipersilahkan turun panggung karena sederet pertanyaan para juri dan waktu udah habis (10 menit presentasi – 15 menit tanya jawab). You did very well, bro!


Uhuk!
Entah kebetulan atau sengaja, Stella dan Heru bisa ngebaca suasana hati kita semuanya…

We need relaxation! Mereka berdua ngajakin kita buat pergi jalan, ahahhaaha

You are the best, dah pokoknya! Baru kali ini juga saya nemuin LO yang ngajakin ninggalin acara buat pergi jalan-jalan! Hohhoho, you both the best! Pergi dah kita jalan, ditambah satu pasangan delegasi  berjas kuning yang sengaja saya ajak – karena LO mereka sangat sibuk akibat merangkap-rangkap divisi di acara ini. Tapi, sebelumnya makasih banyak loooh Firdaaaa yang udah ngejar-ngejar jawaban ke saya tentang kesan yang di dapet buat ikutan acara KAKTUS 2015 dan bisa dateng ke Palembang! Elu kaga terima gua pindah bangku dan tetep ajeh nyodorin “MIK” di Universitas Brawijaya – dan itu GUEH! Ahahaha, big thanks sist, dan sekarang gua pinjam anak Elu (delegasi yang elu jadi LO-nya) buat jalan-jalan… kekekeekee
Jalan-jalan berkah, aamiin
Hari (Rabu) ini sangat menyenangkan! Dapet bonus jalan-jalan dibandingkan delegasi Universitas lain – dan itu kita pergi sama-sama, coy! LO sendiri lagi yang ngajakin! Suppeeeerrr…!!!
Alhamdulillah, dibantu ambilkan poto sama Bapaknya. SIPH!


Merci beaucoup, Bapak!
Our LO! M. Stella & Heru Riski...
Kamis, 5 November 2015

Hari penentuan tentang siapa pendapat 3 besar dari beberapa Universitas yang bertanding!

Sebelum acara pengumuman, ada Semnas (Seminar Nasional) dulu, pengisinya Bapak Ulum, dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meskipun sama-sama dari Malang dengan delegasi Brawijaya, tapi si bapak bilang sendiri ke audience bahwasanya kampus kita “saling bermusuhan – intelektuality – nya ”, dan kalian tahu? Pak Ulum adalah salah satu juri di LKTI – yang  sukses bikin sahabat saya, Keri bercucuran keringat lama banget!


Thanks all!
Terimakasih pak, telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjawab pertanyaan bapak – yang ujungnya ternyata ada prize-nya. Thanks Bank Mandiri Syariah for that prize. I do love it!

Alhamdulillah, delegasi kami (Universitas Brawijaya) ternobatkan dapat juara 3, thanks juri! Kami sangat terkejut, karena selepas presentasi kami tidak mendapatkan tanda-tanda “kemanangan” dilihat dari pertanyaan dan kritik saran yang diberikan ke tim kita.


We are together! Delegation of Java!
My Big Thanks to Telkomsel! Terimakasih telah mengizinkan saya untuk bolak-balik naik turun “panggung”! Terimakasih karena telah memilih essay saya sebagai juara 2 di ajang kompetisi ini. Berdasarkan informasi yang saya cari tahu sendiri dari panitia, bahwasanya jumlah pengirim essay tersebut banyak sekali. Bahkan lebih dari jumlah peserta yang mengikuti KAKTUS 2015. Dan setelah saya menerima “hadiah sangat lucu” itu, ternyata benar apa yang dikatakan panitia! Peserta terbuka untuk umum, bahkan yang juara 1 adalah anak kampus tuan rumah yang masih semester satu, sedangkan yang juara tiga adalah dari panitia sendiri! Alhamdulillah…
Thanks pak Ulum!


You can find my essay here!


It's 'bout me! Ehehe
Thanks Firda! 
Thanks Telkomsel! Loop!
Selapas shalat Dzuhur, jam 1 siang saatnya Tour de Musi bersama seluruh panitia dan dosen pendamping!

Ini yang gua sukaaaa, jalaaaan – jaaalaaann wkwwkwk
Di dalem kapal, lantai 2 - MUSI TOUR WITH LOOP
Jadi sepasang kembar, serasa artis tau gak sih?!? Wkwkwkw
Ahahaha, Polsri!

Sari as committee, Dinol, Keri and Pak Ulum hihihihi
Brawijaya's kabur! wkwkw
Candid!
Habis turun dari kapal – pas di Pulau Kemaro, tiba-tiba ada salah satu dosen pendamping yang nyeletuk bilang “loh, kok mirip? Kembar ya? – eeh, potooo yuuukk, ayuuh cepetan kesini semuanya, ayo kita poto bareng sama si kembar”. Itu SANGAT MENYENANGKAN! MEMBAHAGIAKAN, tau gaaaakk siiihhh….. ahahahaha


Ahay! Ibu dosen menjadikan saya serasa artis dadakan.
Sampai akhirnya, BBM saya yang awalnya saya niatkan untuk sektor privat for family harus berubah status menjadi sektor public – karena mereka para panitia minta barter PIN BBM. Yaaa Tuhaaannn…


Hello good peoples!
I'm so happy!
Twin / Futago
Hukum sebab – akibat berlaku, loh! Mereka baik sekali dengan saya. Tak tega rasanya jika menolak permohonan mereka untuk dapat terus bisa menjalin relasi. Yasudah saya kasih dah PIN BBM saya dan ID LINE, eheheeh….
Hello everyone?!?
Home! kekekeke

Panitiaaanyaaa solid gileeeee, pinter banget tau gak sih? Masak lokasi hotel kita diapit sama beberapa mall besar, gak depan, belakang, samping kanan, kiri, semuanyaaa mall – dan besar-besar semua (yaiyalah, namanya juga mall! Wunderbar (Dahsyat)! Yasudah dimalam ke-2 kami, delegasi dari jaket biru dongker dan kuning – pergi ke mall barengan, pas dijalan sehabis kita makan dan mau menuju mall, kami bertemu dengan bapak penjual balon udara – berhubung waktu sudah malam dan barang dagangan bapak masih banyak, kami membeli 2 balon dagangan bapak. Aku beli yellow duck, dan teman saya beli red McQueen.
Tuuuh-kan, balon bapaknya masih banyak - padahal start dari habis Shubuh loh. Beli sana!


Finding me? where are you, yellow duck? wkwkwkw
Balonnya kita bawa masuk mall! Buat tanda kalo kita pada tersesat! Lihat aja, ada gak balon kuning sama merah melayang-layang? Ehehehe

Hoy! Mobil itu dinaikin - bukan disakuin. hohohoho
Keri coba sepatu! Cieee, sepatu barryuuu 
Di mall, kita (Aku, mbk Ian, dan Keri) beli sepatu karena harganya mendukung banget dikantong kita yang berangkat pake duit pas-pasan dari kampus! Mana sempet ada kejadian lucu lagi antara dinol dan penjaga sepatu wkwkwkw – kita berjanda, coy! Waktu transaksi mau beli sepatu… hohohoh gaweane dinol…


Hey! Pada ngapain, sih?
Berhubung jatah nginap di Hotel cuma dua malam doang. Ingat kantong!

Kita harus berhemat supaya bisa pulang dengan selamat dengan kondisi tubuh tetap sehat – klo dihitung-hitung kita udah banyak kehilangan waktu istirahat yang cukup lebih dari 2 minggu, looohh…

Entah kita yang sok sibuk, atau ngesok aja mengaku jadi orang sibuk disini (MALANG).

Malam terakhir di Palembang, kami menginap bersama di rumah salah satu panitia – namanya Dony…
Halaman samping rumah keluarga Dony

Makasih buat keluarga Dony yang telah memberikan tempat istirahat yang sangat nyaman untuk kita semuanya. Terimakasih dan mohon maaf telah banyak merepotkan – terutama untuk ibu – nya Dony…


Halaman balakang rumah Dony
Mie tek-tek (Khas Palembang)
Terimakasih kepada Dony dan si kembar junior – Wahyu yang udah jadi tour guide pribadi delegasi Universitas Brawijaya. My holiday in Palembang, almost perfect! Mendapatkan tiket pulang ke Malang malam hari membuat kita mendapatkan bonus besar berkeliling kota Palembang! Soalnya-kan delegasi yang lain udah pada balik semua – Jakarta balik malem selesai acara Musi Tour, Jogja balik siang dihari yang sama dengan hari saya balik Malang, Semarang balik pagi karena hari sabtunya mau presentasi lagi di perlombaan yang berbeda, Medan, Bandung, Universitas Sekayu.
Stadion Jakabaring, Palembang


Flying!
Menu farewell dinner dengan Dony dan Wahyu!
Twins Junior (Wahyu) & Dony!
Namanya Tekwan!
Mie!
Terimakasih banyak Palembang! You gave me a lot!
My best regard
dinoltwins

*GILA (Great in mind, innovative, lead (ing/be a leader, action) – (Febrio Hadikesuma, 2012).


2 komentar:

call me mengatakan...

Cool dek !! sukses buat orang GILA ku !!

mataairairmata mengatakan...

Wuiiihhh dolen terooss gak ajak-ajak mestii :v

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar